Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

4 Manfaat Utama Puasa Ramadan, Ajarkan Empati hingga Kendalikan Hawa Nafsu

Ketua MUI Sultra jelaskan puasa Ramadan membentuk kejujuran, disiplin, empati, dan kendali diri.

Tribun X Baca tanpa iklan
Ringkasan Berita:
  1. Puasa Ramadan disebut membentuk pribadi jujur dan disiplin.
  2. Ibadah puasa menumbuhkan empati serta kepedulian sosial.
  3. Pengendalian diri menjadi kunci mencapai derajat takwa.

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan selalu menjadi momen refleksi bagi umat Islam. 

Tidak hanya tentang menahan lapar dan haus, Ramadan juga dipahami sebagai waktu untuk memperbaiki diri dan memperkuat kualitas spiritual.

Dalam sebuah tausiah yang tayang di kanal YouTube Tribunnews pada 25 Februari 2026, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara, KH Mursyidin, memaparkan sejumlah manfaat ibadah puasa Ramadan.

Ia mengawali penjelasannya dengan mengutip Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan kewajiban puasa bagi orang beriman agar menjadi pribadi yang bertakwa. 

Menurutnya, puasa atau as-shiyam berarti menahan diri. Makna ini tidak terbatas pada menahan makan dan minum, tetapi juga mencakup pengendalian perilaku.

KH Mursyidin menyebutkan sedikitnya empat manfaat utama puasa:

1. Mendidik Kejujuran

  • Orang yang berpuasa tidak akan berbuka sebelum waktunya tiba.
  • Tidak akan makan setelah masuk waktu imsak.
  • Kejujuran muncul dari kesadaran bahwa hanya Allah yang mengetahui kualitas puasanya.
  • Ia mengutip hadis qudsi bahwa pahala puasa diberikan langsung oleh Allah.

Baca juga: Apa Itu Tadabbur Al-Quran? Ini Keutamaan dan Caranya di Bulan Ramadan

2. Melatih Disiplin dan Tertib

  • Puasa membiasakan umat taat terhadap aturan waktu.
  • Orang yang berpuasa diharapkan tidak melakukan pelanggaran atau kemaksiatan.
  • Ia mencontohkan pelanggaran lampu merah sebagai bentuk ketidakdisiplinan yang dapat bernilai dosa.

3. Menumbuhkan Empati dan Kepedulian Sosial

  • Rasa lapar membuat seseorang memahami kondisi orang yang kekurangan.
  • Puasa mendorong umat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah.
  • Sedekah tidak selalu berbentuk materi, termasuk senyum kepada sesama.

4. Mengendalikan Hawa Nafsu

  • Puasa membantu menahan diri dari ucapan dan tindakan yang menyakiti orang lain.
  • Pengendalian diri ini menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mencapai derajat takwa.

Di akhir tausiah, KH Mursyidin berharap ibadah puasa tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar membentuk karakter umat agar lebih baik secara moral dan spiritual.

Rekomendasi Untuk Anda

(Tribunnews.com/Widya)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas