Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar, Malam Kemuliaan di Bulan Ramadan
Tanda-tanda malam lailatul qadar di bulan Ramadan di antaranya malam tersebut tenang, cuacanya tidak panas dan tidak dingin hingga fajar.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Malam lailatul qadar terjadi di antara sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.
- Allah SWT merahasiakan waktu terjadinya malam lailatul qadar agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
- Tanda malam lailatul qadar di antaranya malam terasa tenang, cuacanya tidak panas dan tidak dingin.
TRIBUNNEWS.COM - Malam lailatul qadar merupakan malam penuh kemuliaan yang dinanti umat muslim di bulan Ramadan.
Malam lailatul qadar terjadi di antara sepuluh malam terakhir pada bulan Ramadan, namun hanya Allah SWT yang mengetahui waktunya.
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3)
Kementerian Agama menganjurkan umat Islam untuk meningkatkan ibadahnya pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan agar mendapatkan malam lailatul qadar.
Meski tidak ada seorangpun yang tahu kapan malam lailatul qadar, Rasulullah SAW menjelaskan ciri-ciri malam lailatul qadar.
Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitab Al-Ghunyah li Thalibi Tariq al-Haqq ada beberapa tanda malam lailatul qadar.
Rasulullah menjelaskan ciri-ciri malam Lailatul Qadar dalam sabdanya: "Lailatul Qadar adalah malam yang lembut dan cerah; tidak panas dan tidak pula dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dalam keadaan lemah dan kemerah-merahan." (HR. Ibnu Khuzaimah)
Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa malam lailatul qadar merupakan malam yang penuh kedamaian dan ketenangan.
"Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan." (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)
Berdasarkan penjelasan di atas, tanda-tanda malam lailatul qadar sebagai berikut:
- Malam terasa lembut dan tenang, menghadirkan ketenteraman di hati.
- Cuacanya tidak panas dan tidak pula dingin, terasa sejuk dan nyaman.
- Dipenuhi suasana kedamaian dan kebaikan, sebagaimana makna dalam Surah Al-Qadr.
- Tidak ada gangguan yang menakutkan, malamnya terasa damai hingga fajar.
- Matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan lemah dan kemerah-merahan, tidak bersinar terik seperti biasanya
Baca juga: Doa Khatam Quran, Waktu Mustajab Memohon Kepada Allah SWT
Kapan Malam Lailatul Qadar?
Tidak ada manusia yang mengetahui kapan terjadinya malam lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Dari Aisyah RA, beliau berkata: “Apabila telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Para ulama memiliki berbagai pendapat mengenai waktu terjadinya lailatul qadar.
Mayoritas sepakat lailatul qadar terjadi pada sepuluh hari terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Hikmah dari kerahasiaan kapan malam lailatul qadar ini dapat mendorong muslim untuk berusaha mencarinya dan meningkatkan ibadah selama Ramadan.
Doa Malam Lailatul Qadar
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa malam lailatul qadar tersebut diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat.
Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: "Wahai Rasulullah, jika aku menemui Lailatul Qadar, doa apa yang sebaiknya aku panjatkan?" Rasulullah menjawab: "Bacalah: Ya Allah, Engkau Maha Pengampun dan mencintai ampunan, maka ampunilah aku." (HR. Tirmidzi).
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.