Cara Mudah Menggapai Malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar
Untuk meraih keberkahan malam Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an hingga beriktikaf di masjid.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya Al-Qur’an, yang terjadi dalam dua tahap.
- Untuk meraih keberkahan malam Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, beriktikaf di masjid, serta melaksanakan salat malam.
- Selain itu, memperbanyak doa terutama doa agar Al-Qur’an menjadi cahaya dan petunjuk hidup menjadi amalan penting dalam menggapai kemuliaan malam tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Banyak umat Islam bertanya, bagaimana cara menggapai malam Nuzulul Qur’an atau Lailatul Qadar?
Untuk menjawabnya, kita perlu memahami terlebih dahulu makna Nuzulul Qur’an itu sendiri.
Nuzulul Qur’an berarti malam diturunkannya Al-Qur’an.
Dalam sejarahnya, proses turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap.
Pertama, Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan ke Baitul Izzah di langit dunia.
Peristiwa ini dikenal sebagai Malam Lailatul Qadar.
Kedua, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril.
Proses inilah yang dikenal sebagai Nuzulul Quran, di mana lafaz dan makna Al-Quran disampaikan bertahap.
Adapun peristiwa ini dijelaskan dalam QS. Al-Qadr 1-5: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah malam itu sampai terbit fajar.”
Malam Nuzulul Qur’an menjadi momentum istimewa karena pada malam inilah cahaya petunjuk bagi umat manusia mulai diturunkan.
Untuk meraih keberkahan malam Nuzulul Qur’an atau Lailatul Qadar, setidaknya ada empat amalan utama yang dapat dilakukan.
Baca juga: Arti dan Makna Malam Lailatul Qadar, Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan
Cara untuk Menggapai Malam Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar
1. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Amalan pertama adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadan.
Dalam hadis disebutkan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an mengandung kebaikan, dan setiap satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat.
"Misalnya, di dalam bulan suci Ramadan ketika kita membaca huruf alif, huruf lam, dan huruf mim, tidak lantas alif lam mim ini digabungkan menjadi satu, tetapi Allah melipat gandakan pahalanya dari masing-masing huruf. Huruf alif mengandung satu kebaikan. Dari satu kebaikan itulah diberikan 10 kali lipat pahala oleh Allah Subhanahu wa taala," ujar Salman Faris, dikutip dari Program Tanya Ustadz di kanal YouTube Tribunnews, Selasa (3/3/2026).
"Begitu pula huruf lam dan juga huruf mim. Oleh karenanya, mari kita sama-sama memperbanyak membaca Al-Qur'an di bulan suci Ramadan ini," jelasnya.
2. Beriktikaf di Masjid
Amalan kedua adalah beriktikaf.
Secara bahasa, iktikaf berasal dari kata Arab yaitu 'akafa - ya'kifu - ukufan yang berarti menahan atau menetap.
Secara istilah, iktikaf berarti berdiam diri di dalam masjid dengan niat karena Allah SWT.
Niat iktikaf dapat diucapkan dalam hati :
Nawaitu an a`takifa fi hadzal masjidil ma dumtu fih.
Artinya: “Saya berniat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”
Niat itikaf lain yang dapat digunakan adalah niat itikaf ini dikutip dari Kitab Al-Majmu` karya Imam An-Nawawi:
Nawaitul i`tikafa fi hadzal masjidil lillahi ta`ala.
Artinya: “Saya berniat i`tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”
Iktikaf menjadi sarana untuk mengesampingkan urusan dunia sementara waktu dan fokus beribadah kepada Allah.
Selama iktikaf, seseorang dapat mengisi waktunya dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, melaksanakan salat sunah, serta memperbanyak doa.
"Iktikaf dianjurkan dilaksanakan di dalam masjid. Kenapa? Dengan di dalam masjid kita diharapkan dapat khusyuk dalam menjalankan ibadah," jelas Salman Faris.
Iktikaf memiliki beberapa hukum tergantung pada niat dan kondisi orang yang melaksanakannya.
Pada dasarnya, hukum iktikaf adalah sunah, artinya jika dikerjakan akan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan tidak berdosa.
Namun, iktikaf bisa menjadi wajib apabila seseorang telah bernazar untuk melakukannya.
Jika nazar tersebut tidak dipenuhi, maka ia berdosa.
Iktikaf juga bisa menjadi haram apabila dilakukan dengan niat yang tidak baik, misalnya untuk tujuan yang merusak atau tidak sesuai syariat.
Selain itu, iktikaf dapat menjadi makruh jika dilakukan dengan cara yang tidak menjaga adab, seperti berdandan atau melakukan hal-hal yang dapat menarik perhatian orang lain sehingga mengganggu kekhusyukan ibadah.
Baca juga: Nuzulul Quran 2026 Tanggal Berapa? Simak Keutamaan Malam yang Penuh Keberkahan
3. Melaksanakan Salat Malam
Amalan ketiga adalah melaksanakan salat malam atau qiyamul lail.
Pada malam hari, malaikat berkeliling mencari hamba-hamba Allah yang bangun untuk beribadah.
Ketika ada seorang hamba yang bersungguh-sungguh dalam salat malamnya, malaikat menyaksikan dan mendoakan agar permohonannya dikabulkan oleh Allah SWT.
"Apa yang dilakukan malaikat saat seorang hamba bangun untuk salat malam? Malaikat mendekat dan menyaksikan hamba tersebut beribadah dengan khusyuk. Mereka menunggu hingga salatnya selesai, lalu mendengarkan doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah. Doa itu dicatat, kemudian malaikat memohon kepada Allah agar permintaan hamba tersebut dikabulkan," ungkapnya.
"Inilah salah satu keutamaan salat malam, saat banyak orang terlelap, ada doa yang dipanjatkan dalam keheningan dan didoakan pula oleh para malaikat," lanjut Salman.
4. Membaca Doa Nuzulul Qur’an
Amalan terakhir adalah memperbanyak doa, khususnya doa yang berkaitan dengan Al-Qur’an.
Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:
Allahummarhamna bil Qur’an, waj‘alhu lana imaman wa nura wa hudan wa rahmah. Allahumma dzakkirna minhu ma nusina, wa ‘allimna minhu ma jahilna, warzuqna tilawatahu ana al-laili wa athrafan-nahar, waj‘alhu lana hujjatan ya Rabbal ‘alamin.
Artinya: "Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an. Jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku atas apa yang terlupakan darinya. Ajarilah aku atas apa yang belum tahu darinya. Berikanlah aku kemampuan membacanya sepanjang malam dan ujung siang. Jadikanlah ia sebagai pembelaku, wahai tuhan semesta alam."
Doa ini berisi permohonan agar Al-Qur’an menjadi cahaya, petunjuk, rahmat, serta pengingat dalam kehidupan kita.
(Tribunnews.com/Latifah)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.