Apa Hukum Bersedekah tapi Tidak Ikhlas? Ini Penjelasan Ustaz
Seorang yang ragu bersedekah karena tidak ikhlas maka dianjurkan tetap bersedekah, karena hal itu tetap membawa kebaikan bagi penerima sedekah.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Menurutnya, orang yang pelit justru memiliki peluang mendapatkan pahala besar ketika berhasil mengalahkan sifat tersebut.
Ia memberi contoh sederhana. Ada dua orang yang sama-sama bersedekah satu juta rupiah. Orang pertama memang dermawan, sedangkan orang kedua sebenarnya pelit.
“Siapa yang pahalanya lebih besar? Bisa jadi yang pelit,” kata beliau.
Alasannya, orang yang dermawan sering kali bersedekah tanpa merasa berat. Namun, orang yang pelit harus berjuang melawan hawa nafsunya terlebih dahulu.
“Dia masih ingat sedekah satu juta itu. Bahkan mungkin seminggu masih terpikir, ‘Wah, itu bisa buat beli rokok berapa bungkus.’ Artinya dia sedang berjihad melawan nafsunya,” jelasnya.
Dalam Islam, melawan hawa nafsu termasuk jihad yang besar. Karena itu, setiap usaha untuk mengalahkan sifat kikir memiliki nilai tersendiri di sisi Allah.
Sedekah Tidak Pernah Membuat Miskin
H. Teuku Otman juga mengingatkan bahwa Allah berulang kali menjanjikan balasan bagi orang yang bersedekah.
“Allah menyebutkan berkali-kali dalam Al-Qur’an tentang zakat dan infak,” ujarnya, seraya menambahkan, “Apa pun yang kamu berikan di jalan Allah, Allah yang akan menggantinya.”
Sedekah bahkan diyakini dapat menjadi sebab datangnya rezeki dan perlindungan dari berbagai musibah.
Ia juga mengutip pesan dalam hadis yang menyebutkan bahwa sedekah dapat menutup banyak pintu bala.
“Orang yang bersedekah tidak akan rugi,” katanya, lalu melanjutkan, “Justru sedekah bisa menjadi jalan untuk mendekat kepada Allah dan membuka pintu ampunan.”
Mengalahkan Bisikan Setan
Selain itu, H. Teuku Otman menjelaskan bahwa satu hal yang sering membuat orang ragu bersedekah adalah bisikan setan.
“Setan selalu membisikkan, ‘Kalau kamu sedekah, nanti kamu jadi miskin,’” ujarnya.
Padahal, Allah justru memerintahkan manusia untuk berbagi kepada sesama.
“Maka tinggal kita pilih,” kata sang ustaz. “Mau mengikuti bisikan setan atau mengikuti perintah Allah?”
Baca tanpa iklan