Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Doa 10 Hari Terakhir Ramadan, Mohon Ampunan Allah yang Seluas-luasnya

Doa 10 hari terakhir Ramadan berisi doa memohon ampunan Allah yang seluas-luasnya. Rugi bagi muslim jika tidak memohon ampun hingga Ramadan berakhir.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Doa 10 Hari Terakhir Ramadan, Mohon Ampunan Allah yang Seluas-luasnya
Tribunnews.com
DOA AKHIR RAMADAN - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Selasa (10/3/2026). Doa 10 hari terakhir Ramadan berisi doa memohon ampunan Allah yang seluas-luasnya. Rugi bagi muslim jika tidak memohon ampun hingga Ramadan berakhir. 
Ringkasan Berita:
  • Muslim dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadahnya pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
  • Mereka yang tidak memohon ampunan Allah SWT hingga Ramadan berakhir adalah hamba-hamba yang merugi.
  • Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya pada sepuluh hari terakhir Ramadan dengan melakukan berbagai amalan, termasuk memperpanjang sholat malam.

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang hari-hari terakhir di bulan Ramadan, muslim dianjurkan untuk semakin meningkatkan ibadahnya.

Di antara sepuluh malam terakhir Ramadan, Allah SWT akan mendatangkan lailatul qadar, yaitu malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan.

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3)

Tidak ada satupun makhluk-Nya yang mengetahui kapan datangnya malam lailatul qadar, sehingga kerahasiaan ini dapat memotivasi muslim untuk terus meningkatkan ibadah hingga Ramadan berakhir.

Kementerian Agama mengajak muslim untuk memperbanyak doa dan ibadah kepada Allah SWT pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena saat itulah pintu ampunan dibuka seluas-luasnya.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari)

Untuk mendapatkan ampunan-Nya dan meraih malam lailatul qadar, berikut doa yang dapat dibaca pada sepuluh malam terakhir Ramadan.

Doa 10 Hari Terakhir Ramadan

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Rekomendasi Untuk Anda

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Baca juga: Doa Ramadan Hari ke-20, Mohon Dibukakan Pintu-pintu Surga

Rasulullah SAW mengajarkan doa tersebut yang diriwayatkan dalam sebuah hadis.

Dari Aisyah, beliau berkata, "Wahai Rasulullah, apabila saya menjumpai malam Lailatul Qadar, bagaimana saya harus berdoa?" Rasulullah SAW menjawab, "Katakanlah Allahumma Innaka Affuwun Tuhibbul 'Afwa Fa'fu 'Anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Engkau mencintai seorang pemaaf, maka ampunilah aku)." (HR Ahmad).

Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan

Ramadan adalah bulan suci yang penuh ampunan Allah SWT, sehingga menjelang berakhirnya Ramadan menjadi momen yang istimewa.

Karena keistimewaannya, Rasulullah SAW mengingatkan muslim untuk tidak menyia-nyiakan waktu di bulan Ramadan dengan tidak memohon ampunan Allah SWT hingga Ramadan berakhir.

Dari Ka‘ab bin ‘Ujrah, Rasulullah ﷺ bersabda: “Ketika aku naik mimbar aku mengucapkan: Amin, amin, amin.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengucapkannya?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Jibril berkata kepadaku: Celakalah seseorang yang mendapati Ramadan namun ia tidak diampuni dosanya. Maka aku berkata: Amin.” (HR. Tirmidzi)

Berikut amalan yang dapat dikerjakan setiap muslim pada bulan Ramadan, dikutip dari Kementerian Agama.

1. Memperpanjang Shalat Malam

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah. 

Beliau menghidupkan malam dengan shalat, zikir, dan berbagai ibadah lainnya hingga menjelang fajar. 

Bahkan beliau juga membangunkan keluarganya agar turut beribadah dan merasakan keutamaan malam-malam tersebut.

Sebagaimana penuturan Aisyah RA: “Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Memperbanyak Sedekah

Memperbanyak sedekah di sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan bentuk rasa syukur karena masih dipertemukan dengan bulan suci.

Sedekah juga menjadi pelengkap ibadah puasa dan ibadah lainnya, karena keimanan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah pribadi, tetapi juga melalui kepedulian kepada sesama.

Sebagaimana firman Allah SWT: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Qs. As-Sajdah: 16).

Sedekah pada waktu ini tidak hanya berupa zakat fitrah atau zakat mal, tetapi juga sedekah sunnah.

Bentuknya bisa berupa uang, makanan, pakaian, atau bantuan bagi anak yatim dan kaum dhuafa agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan menjelang Idul Fitri.

3. I’tikaf

I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT. Selama i’tikaf, seseorang mengisi waktunya dengan berbagai amalan seperti zikir, doa, membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, bershalawat, serta memperbanyak istigfar dan taubat.

I’tikaf dapat dilakukan kapan saja, tetapi sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:

Dari Abdullah bin Umar RA berkata: “Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)

4. Tilawah Al-Qur’an

Memperbanyak membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan penting di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Banyak umat Islam mengisi malam-malam tersebut dengan tilawah, baik di masjid maupun di rumah.

Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang ringan tetapi memiliki pahala besar.

Oleh karena itu, banyak orang berusaha menuntaskan khatam Al-Qur’an menjelang akhir Ramadan.

Bagi yang memiliki kesibukan, menargetkan khatam satu kali sudah menjadi pencapaian yang baik karena yang terpenting adalah terus meningkatkan tilawah pada hari-hari terakhir Ramadan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas