Menggapai Spirit Zakat
Salah satu keutamaan bulan Ramadan di dalamnya disyariatkan zakat, terutama zakat Fitrah.
Editor:
Anita K Wardhani
Mutiara Ramadan
Oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar
TRIBUNNEWS.COM - Salah satu keutamaan bulan Ramadan di dalamnya disyariatkan zakat, terutama zakat
Fitrah.
Zakat fitrah diwajibkan kepada semua orang, termasuk bayi yang baru lahir sebelum dibaca khutbah Idul Fitri 1 Syawal. Zakat secara litral berarti membersihkan, mensucikan.
Baca juga: Bagaimana Hukum Zakat Fitrah bagi Orang yang Sudah Meninggal? Simak Penjelasannya
Secara popular diartikan sebagai bagian dari harta yang wajib dikeluarkan untuk diadreskan kepada golongan-golongan (ashnaf) tertentu, seperti fakir miskin, yatim piatu, keperluan di jalan Allah, orang terlilit utang, muallaf, dan pemerdekaan budak.
Zakat bagian dari lima Rukun Islam selain ikrar syahadat, shalat, puasa, dan haji.
Spirit zakat ialah semangat untuk berebagi kepada mereka yang berhak (mustahiq). Secara ril zakat mengurangi harta kita tetapi secara spiritual justru menjadikan keseluruhan milik dan properti kita menjadi milik utama.
Sepanjang harta dan properti yang kita miliki belum dibayarkan zakatnya dengan benar maka sepanjang itu kita mengadupsi milik orang lain menumpang di dalam harta kita dan itu berpotensi menimbulkan masalah dunia-akhirat.
Karena itu, zakat harus dipandang sebagai kewajiban rutin kita, seperti halnya shalat dan puasa.
Kejutan Zakat
Zakat tidak diragukan lagi akan mendatangkan keuntungan dan kejutan luar biasa bagi yang bersangkutan.
Tidak ada orang yang jatuh miskin karena bayar zakat.
Jangankan zakat yang merupakan kewajiban, shadaqah, infaq, jariyah, waqaf, hibah, dan berbagai jenis pengeluaran lainnya, akan mendatangkan keajaiban luar biasa.
Allah menjanjikan orang yang rajin mengeluarkan infaq,shadaqah, waqaf, jariyah, dan zakat sebagai orang yang beruntung (al-faizun/al-muflihun). Sebaliknya orang-rang yang tidak membayat zakat diancam hukuman di dunia dan di akhirat.
Keajaiban Zakat
Zakat mendatangkan keajaiban. Orang-orang yang rajin membayar zakat Allah akan memurahkan rezkinya, berkah pendapatannya, bersih hatinya, tenang jiwanya, lurus pikirannya, mulia akhlaknya, skinah rumah tangganya, shaleh/shalehah anak-anaknya, enteng jodoh keluarganya, terjaga dari mushibah.
Kalaupun ada masalah atau mushibah yang menimpanya akan dipilihkan yang paling minim dampaknya.
Demikianlah janji-janji Tuhan yang dihimpaun dari beberapa ayat dan hadis. Kita perlu berhati-hati dengan zakat ini. Banyak di antara kita terlalu fikih oriented di dalam memahami zakat.