Tata Cara Itikaf agar Ibadah Tetap Khusyuk di Masjid
Itikaf adalah ibadah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Itikaf adalah ibadah berdiam diri di masjid dengan niat ikhlas mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
- Selama itikaf, perbanyak ibadah seperti shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, dan introspeksi diri.
- Jaga lisan, perilaku, dan fokus pada ibadah, serta keluar dari masjid hanya untuk keperluan penting agar khusyuk terjaga.
TRIBUNNEWS.COM - Itikaf merupakan salah satu amalan ibadah yang dianjurkan dalam Islam, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Ibadah ini dilakukan dengan cara berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperbanyak ibadah seperti salat, zikir, membaca Al-Qur’an, dan doa.
Seperti ibadah lainnya dalam Islam, itikaf harus dilakukan dengan niat karena Allah SWT.
Niat sebenarnya cukup di dalam hati, namun sebagian ulama juga mengajarkan lafaz niat sebagai berikut:
"Nawaitul i'tikafa fi hadzal masjidi sunnatan lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku berniat itikaf di masjid ini sebagai ibadah sunnah karena Allah Ta'ala."
Pengertian Itikaf
Secara bahasa, itikaf berasal dari kata ‘akafa yang berarti berdiam diri atau menetap di suatu tempat.
Dalam istilah syariat Islam, itikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat beribadah kepada Allah SWT dalam waktu tertentu.
Ibadah ini dilakukan dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dan memfokuskan hati hanya kepada-Nya.
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga amalan itikaf.
Baca juga: Jadwal Itikaf Masjid Istiqlal 2026, Gratis untuk Umum dan Tanpa Registrasi
Dalam sebuah hadits disebutkan: "Rasulullah SAW selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits tersebut menunjukkan bahwa itikaf merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena pada waktu tersebut terdapat malam Lailatul Qadar.
Melansir laman Baznas, pada dasarnya, itikaf dapat dilakukan kapan saja selama seseorang berada di masjid dengan niat ibadah. Namun waktu yang paling utama adalah pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa itikaf biasanya dimulai sebelum matahari terbenam pada malam ke-21 Ramadan hingga akhir Ramadan.
Baca tanpa iklan