Niat Sholat Lailatul Qadar, Malam Mulia pada 10 Hari Terakhir Ramadan
Muslim dianjurkan meningkatkan ibadah pada 10 hari terakhir Ramadan, salah satunya sholat malam. Berikut niat sholat Lailatul Qadar.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Endra Kurniawan
"Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan." (QS. Ad-Dukhan: 3)
Kedua ayat tersebut sama-sama menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam yang istimewa, meskipun menggunakan istilah yang berbeda.
Para ulama kemudian menafsirkan bahwa malam yang penuh berkah itu merujuk pada Lailatul Qadar, yaitu malam yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam.
Karena waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak dijelaskan secara tegas, para ulama hanya dapat memperkirakannya berdasarkan penafsiran.
Salah satu pendapat yang cukup dikenal menyebutkan bahwa Lailatul Qadar kemungkinan terjadi pada malam ke-27 Ramadan.
Meski demikian, Islam tidak menganjurkan umatnya untuk hanya beribadah pada satu malam tertentu saja.
Oleh sebab itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Tata Cara Sholat Lailatul Qadar
Sholat Lailatul Qadar dikerjakan sama seperti sholat pada umumnya.
Kementerian Agama menganjurkan untuk membaca Surat Al-Ikhlas di rakaat pertama dan kedua setelah membaca Surat Al-Fatihah.
- Membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama.
- Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah Surat Al-Fatihah pada rakaat pertama.
- Membaca Surat Al-Fatihah pada rakaat kedua
- Membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak 7 kali setelah Surat Al-Fatihah pada rakaat kedua
- Setelah salam membaca istighfar sebanyak 70 kali.
Baca juga: Perkiraan Malam Lailatul Qadar 2026 dan Tanda-tandanya di 10 Hari Terakhir Ramadhan
Amalan Malam Lailatul Qadar
Dikutip dari Kementerian Agama, berikut amalan yang dapat dikerjakan setiap muslim pada bulan Ramadan.
1. Memperbanyak Shalat Malam
Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW semakin meningkatkan kesungguhan dalam beribadah.
Beliau menghidupkan malam dengan berbagai ibadah seperti shalat, zikir, dan amalan lainnya hingga mendekati waktu fajar.
Rasulullah SAW juga membangunkan keluarganya agar ikut beribadah dan meraih keutamaan malam-malam tersebut.
Sebagaimana penuturan Aisyah RA: “Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
2. Memperbanyak Sedekah
Memperbanyak sedekah pada sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan bentuk rasa syukur karena masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan suci.