Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lailatul Qadar: Puncak Perjalanan Spiritual di Bulan Ramadan

KH. Tafsir, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, waktu pasti turunnya Lailatul Qadar adalah rahasia Allah.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
Ringkasan Berita:
  • Lailatul Qadar merupakan malam istimewa di bulan Ramadan yang disebut dalam Surah Al-Qadr sebagai malam yang nilainya lebih baik dari 1.000 bulan.
  • Menurut Tafsir, waktu pasti turunnya Lailatul Qadar adalah rahasia Allah sehingga umat Islam dianjurkan beribadah secara konsisten sepanjang Ramadan.
  • Sepuluh hari terakhir Ramadan menjadi puncak perjalanan spiritual dengan memperbanyak ibadah dan I'tikaf di masjid.

TRIBUNNEWS.COM - Satu hal yang istimewa di bulan Ramadan adalah hadirnya satu malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar.

Dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Qadr, disebutkan bahwa malam ini nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir, menjelaskan bahwa Lailatul Qadar merupakan salah satu rahasia Allah atau “hidden of God”.

Artinya, manusia tidak mengetahui secara pasti kapan malam tersebut terjadi dan bagaimana hakikatnya secara pasti.

Menurutnya, umat Islam tidak perlu terlalu mempersoalkan secara rasional makna malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut.

Hal itu merupakan bagian dari ta’abudi dalam Islam, yaitu sesuatu yang diterima dengan keimanan, bukan semata-mata dengan logika.

"Sekali lagi jawabannya adalah wallahu a’lam bishawab, hanya Allah yang tahu. Inilah bagian dari ta’abudi dalam Islam, sesuatu yang kita terima dengan iman," ujarnya dalam Tayangan Mutiara Ramadan Tribunnews, Jumat (13/3/2026).

Tidak Memahami Lailatul Qadar Secara Instan

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengingatkan agar umat Islam tidak memahami Lailatul Qadar secara instan, misalnya hanya beribadah secara maksimal pada malam tertentu yang diyakini sebagai malam Lailatul Qadar saja, sementara malam-malam lainnya justru diabaikan.

Menurutnya, pemahaman seperti ini dinilai tidak sejalan dengan ajaran Islam.

Sebab, dalam Islam setiap amal baik dianjurkan untuk dilakukan secara terus-menerus dan konsisten, baik dalam ibadah ritual maupun dalam kehidupan sosial.

Baca juga: Amalan Sunnah di Bulan Ramadan bagi Wanita Haid, Agar Tetap Bisa Mengejar Malam Lailatul Qadar 2026

Karena itu, umat Islam seharusnya mengisi seluruh hari di bulan Ramadan dengan semangat ibadah yang sama.

Keyakinan bahwa di antara malam-malam Ramadan terdapat Lailatul Qadar justru seharusnya mendorong umat untuk memaksimalkan ibadah sepanjang bulan, bukan hanya pada satu malam tertentu.

"Tidak ada yang instan dalam Islam. Sejauh mana kita berbuat, sejauh itu pula pahala yang kita terima. Semakin hari seharusnya semakin baik, bukan justru menurun," jelasnya.

Puncak Spiritualitas di 10 Hari Terakhir Ramadan

Dalam praktiknya, perjalanan spiritual selama Ramadan seharusnya menunjukkan grafik yang terus meningkat.

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dari awal hingga akhir Ramadan.

"Puncaknya adalah pada sepuluh hari terakhir Ramadan, sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak ibadah dan melakukan I'tikaf di masjid," ujarnya.

Pada fase ini, umat Islam dianjurkan lebih fokus memperkuat spiritualitas, melakukan muhasabah, serta mengurangi aktivitas yang terlalu bersifat duniawi.

Namun dalam kenyataannya, menjelang Idulfitri, sebagian masyarakat justru lebih sibuk dengan urusan duniawi seperti berbelanja, bepergian, atau mempersiapkan perayaan.

"Hal tersebut sering kali membuat konsentrasi ibadah menjadi berkurang. Padahal kebutuhan duniawi memang tidak bisa diabaikan, tetapi seharusnya tidak sampai mengganggu kebutuhan spiritual yang menjadi inti ibadah Ramadan,"  kata Tafsir.

Lailatul Qadar sebagai Puncak Perjalanan Spiritual

Menurut Tafsir, Lailatul Qadar sebaiknya dipahami sebagai puncak perjalanan spiritual umat Islam selama Ramadan.

Nilainya yang lebih baik dari seribu bulan menggambarkan betapa berharganya malam tersebut bagi mereka yang berhasil mencapai kedalaman spiritual dalam ibadahnya.

"Meski banyak ulama mencoba menjelaskan tanda-tanda atau gambaran fisik malam Lailatul Qadar, pada akhirnya semua penafsiran tetap bersifat ijtihad. Kepastian mengenai kapan dan bagaimana malam tersebut terjadi tetap menjadi rahasia Allah," paparnya.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak terpaku pada pencarian satu malam tertentu saja, melainkan mengisi seluruh Ramadan dengan ibadah yang semakin meningkat.

Dengan semangat tersebut, Ramadan menjadi perjalanan spiritual yang terus bertumbuh, hingga pada akhirnya seorang muslim diharapkan dapat meraih keberkahan Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

(Tribunnews.com/Latifah)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas