Fadhilah Puasa Hari Ke-23 Ramadhan 1447 H/2026 M, Ini Pahala Keutamaannya
Fadhilah Puasa hari ke-23 Ramadhan 1447 H adalah kalian akan melintasi shirathal mustaqim bersama para Nabi, shiddiqin dan syuhada'.
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Febri Prasetyo
Allah SWT memberikan pahala seperti memberi makanan kepada setiap anak yatim dari ummatku dan seperti memberi pakaian kepada setiap yang telanjang dari ummatku.
Orang yang menunaikan puasa hari ke-23 Ramadhan 1447 H Allah membangunkan sebuah kota di surga.
Menurut Dr. Ari Anshori, M.Ag., dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam taushiyahnya menjelaskan tentang keutamaan puasa di bulan Ramadhan 1447 H.
Bacaan Doa hari ke-23 Ramadhan 1447 H
اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي فِيْهِ مِنَ الذُّنُوبِ وَ طَهَرْنِي فِيْهِ مِنَ الْعُيُوبِ وَامْتَحِنُ قَلْبِي فِيهِ بِتَقْوَى الْقُلُوْبِ يَا مُقِيلَ عَثَرَاتِ الْمُذْنِبِينَ
Latin:
Allâhummaghsilni fihi minadzdzunûbi wa thahhirnî fihi minal 'uyûbi wamtahin qalbî bitaqwal qulûbi yâ muqila 'atsarâtil mudznibīna
Artinya: "Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa-dosa dan bersihkanlah diriku dari segala aib/kejelekan. Tanamkanlah ketakwaan di dalam hatiku. Wahai Penghapus kesalahan orang-orang yang berdosa."
Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Latin:
Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.
Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.
Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan.
Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.
Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.
Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.
Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan.