Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cara Mengatur Pola Makan Sehat Usai Ramadan Menurut Ahli Gizi IPB

Kendalikan konsumsi makanan berlemak, manis, dan instan. Kebiasaan ini dapat terus dilatih, termasuk saat menjalankan puasa Syawal.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Cara Mengatur Pola Makan Sehat Usai Ramadan Menurut Ahli Gizi IPB
HO/IST
MANFAAT MBG - Para siswa tengah menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cilacap. (IST) 
Ringkasan Berita:
  • Pola makan setelah menjalani puasa Ramadan cenderung berubah dibandingkan kebiasaan sehari-hari
  • Pengaturan pola makan pascapuasa dapat diterapkan dengan pendekatan yang mirip intermittent fasting, yakni membatasi asupan dari segi jumlah, jenis, dan waktu makan
  • Pola ini diharapkan mampu membantu menurunkan lemak tubuh serta menekan risiko penyakit metabolik seperti diabetes

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof Hardinsyah, menyebut, puasa sebagai titik awal membangun pola makan sehat yang berkelanjutan.

“Puasa harus dijadikan momentum untuk melakukan detoksifikasi tubuh. Masyarakat dapat menjadikan puasa sebagai patokan pola makan ideal,” ujar Prof Hardinsyah.

Pola makan setelah menjalani puasa Ramadan cenderung berubah dibandingkan kebiasaan sehari-hari.

Pengaturan pola makan pascapuasa dapat diterapkan dengan pendekatan yang mirip intermittent fasting, yakni membatasi asupan dari segi jumlah, jenis, dan waktu makan.

Baca juga: Setahun Berjalan, Program Makan Bergizi Gratis Ubah Pola Makan Siswa

Pola ini diharapkan mampu membantu menurunkan lemak tubuh serta menekan risiko penyakit metabolik seperti diabetes.

Untuk mempertahankan pola makan ideal ini membutuhkan mindset dan tekad yang kuat.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah bulan puasa, biasakan diri dengan intermittent fasting.

Dimulai dengan membiasakan sarapan pagi untuk menekan risiko kolesterol.

Selanjutnya, makan siang dapat dilewatkan atau dikurangi porsinya, disertai kebiasaan mencukupi kebutuhan air putih dan berolahraga pada sore hari.

Kendalikan konsumsi makanan berlemak, manis, dan instan.

Kebiasaan ini dapat terus dilatih, termasuk saat menjalankan puasa Syawal.

Sebagai alternatif, Prof Hardinsyah menyarankan konsumsi buah-buahan segar untuk membantu menekan keinginan mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan gula.

Buah dinilai mampu memenuhi kebutuhan energi sekaligus menyediakan serat dan vitamin.

Selain itu, pengaturan jenis dan porsi makanan juga perlu diperhatikan, dengan memperbanyak protein dibandingkan karbohidrat, menyesuaikan kebutuhan masing-masing individu, seperti anak-anak dan ibu hamil.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas