Jadwal Imsakiyah Kota Samarinda Rabu, 18 Maret 2026
Berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu, 18 Maret 2026.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
TRIBUNNEWS.COM - Berikut jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu, 18 Maret 2026.
Jadwal imsakiyah ini memuat informasi waktu imsak, Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, hingga Isya sebagai panduan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Waktu imsak menjadi penanda berakhirnya sahur, sementara azan Magrib menandai waktu berbuka puasa.
Adapun jadwal imsak di Samarinda pada Rabu ialah pukul 04.52 Wita, kemudian Subuh pada 05.02 Wita.
Sementara itu, Magrib yang menandakan waktu berbuka puasa berkumandang pada 18.26 Wita. Berikut jadwal selengkapnya.
Doa Niat Berpuasa
Bacaan niat puasa Ramadan:
Nawaitu shauma ghodin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.
Artinya: "Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala."
Baca juga: Inara Rusli Akui Ramadan Tahun Ini Paling Berat karena Kisruh dengan Insanul Fahmi dan Mawa
Amalan 10 Hari Terakhir Ramadan
Ramadan adalah bulan suci yang penuh ampunan Allah SWT, sehingga menjelang berakhirnya Ramadan menjadi momen yang istimewa.
Karena keistimewaannya, Rasulullah SAW mengingatkan muslim untuk tidak menyia-nyiakan waktu di bulan Ramadan dengan tidak memohon ampunan Allah SWT hingga Ramadan berakhir.
Dari Ka‘ab bin ‘Ujrah, Rasulullah ﷺ bersabda: “Ketika aku naik mimbar aku mengucapkan: Amin, amin, amin.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengucapkannya?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Jibril berkata kepadaku: Celakalah seseorang yang mendapati Ramadan namun ia tidak diampuni dosanya. Maka aku berkata: Amin.” (HR. Tirmidzi)
Berikut amalan yang dapat dikerjakan setiap muslim pada bulan Ramadan, dikutip dari Kementerian Agama.
1. Memperpanjang Shalat Malam
Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah.
Beliau menghidupkan malam dengan shalat, zikir, dan berbagai ibadah lainnya hingga menjelang fajar.
Bahkan beliau juga membangunkan keluarganya agar turut beribadah dan merasakan keutamaan malam-malam tersebut.
Sebagaimana penuturan Aisyah RA: “Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
2. Memperbanyak Sedekah
Memperbanyak sedekah di sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan bentuk rasa syukur karena masih dipertemukan dengan bulan suci.
Sedekah juga menjadi pelengkap ibadah puasa dan ibadah lainnya, karena keimanan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah pribadi, tetapi juga melalui kepedulian kepada sesama.
Sebagaimana firman Allah SWT: “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (Qs. As-Sajdah: 16).
Sedekah pada waktu ini tidak hanya berupa zakat fitrah atau zakat mal, tetapi juga sedekah sunnah.
Bentuknya bisa berupa uang, makanan, pakaian, atau bantuan bagi anak yatim dan kaum dhuafa agar mereka juga dapat merasakan kebahagiaan menjelang Idul Fitri.
3. I’tikaf
I’tikaf adalah berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah SWT. Selama i’tikaf, seseorang mengisi waktunya dengan berbagai amalan seperti zikir, doa, membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, bershalawat, serta memperbanyak istigfar dan taubat.
I’tikaf dapat dilakukan kapan saja, tetapi sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis berikut:
Dari Abdullah bin Umar RA berkata: “Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)
4. Tilawah Al-Qur’an
Memperbanyak membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan penting di sepuluh hari terakhir Ramadan.
Banyak umat Islam mengisi malam-malam tersebut dengan tilawah, baik di masjid maupun di rumah.
Membaca Al-Qur’an merupakan ibadah yang ringan tetapi memiliki pahala besar.
Oleh karena itu, banyak orang berusaha menuntaskan khatam Al-Qur’an menjelang akhir Ramadan.
Bagi yang memiliki kesibukan, menargetkan khatam satu kali sudah menjadi pencapaian yang baik karena yang terpenting adalah terus meningkatkan tilawah pada hari-hari terakhir Ramadan.
(Tribunnews.com/Deni/Yunita)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.