30 Hari Ramadan, Gerakan Bag of Happiness Tebarkan Kebaikan untuk 100.170 Penerima Manfaat
Berbagai tantangan kemanusiaan masih membutuhkan perhatian dan kerja bersama.
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Program Bag of Happiness menjangkau 100.170 penerima manfaat, mencakup 20 provinsi di Indonesia dan 4 negara (Indonesia, Palestina, Uganda, dan Taiwan).
- Bantuan yang disalurkan beragam, meliputi 84.511 paket makanan siap saji, 12.860 paket bahan pangan.
- Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci, dengan semangat bahwa nilai kemanusiaan adalah tanggung jawab bersama dan akan terus dilanjutkan meski Ramadan telah usai.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bulan suci Ramadan membuka ruang untuk memperluas kepedulian.
Sebanyak 100.170 penerima hak program atau penerima manfaat dari wilayah di Indonesia dan sejumlah negara, lewat program Bag of Happiness, Human Initiative (HI) bersama Sahabat Inisiator.
Program ini menjangkau keluarga prasejahtera, anak yatim, wialayah bencana serta masyarakat yang membutuhkan dukungan dalam menjalani keseharian selama Ramadan.
Penyaluran berlangsung di 612 titik wilayah sebaran, mencakup 20 provinsi di Indonesia serta 4 negara yaitu Indonesia, Palestina, Uganda, dan Taiwan.
Program ini mencakup berbagai kebutuhan. Tim menyalurkan 84.511 paket makanan siap saji untuk membantu pemenuhan kebutuhan harian.
Selain itu, tim juga menyalurkan 12.860 paket bahan pangan, 2.243 paket baju baru, 534 perlengkapan ibadah, 371 perlengkapan sekolah, serta 1.614 paket hadiah kebaikan sesuai kebutuhan di masing masing wilayah.
Selama 30 hari Ramadan, HI bergerak bersama berbagai pihak. Donatur, relawan, mitra, hingga masyarakat luas ikut dalam upaya berbagi mengantarkan kebahagiaan untuk yang membutuhkan.
Presiden Human Initiative, Tomy Hendrajati, menyampaikan bahwa nilai kemanusiaan merupakan tanggung jawab bersama.
"Dalam isu Bag of Happiness ini, kami menyadari bahwa penting memberikan sebuah makna bahwa humanity adalah tanggung jawab bagi semua pihak, karena nilai kemanusiaan itu punya semua pihak, tidak terkecuali siapa pun. Sehingga kemudian kita harus mengedepankan nilai nilai kemanusiaan kepada sesama," ujar Tomy ditulis, Minggu (22/3/2026).
Tomy mengatakan meskipun Ramadan telah usai, namun kebutuhan masyarakat terus berjalan.
Berbagai tantangan kemanusiaan masih membutuhkan perhatian dan kerja bersama.
"Kebersamaan membuat perjalanan terasa lebih terarah. Saat dijalankan bersama, kita dapat menghadapi tantangan dengan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat," ujarnya.
Baca tanpa iklan