Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Lurah Husnen Pasang Badan untuk Pengobatan Ismi

Lurah Sekeloa H Husnen siap memasang badan untuk membantu keluarga Ismi Apriani Nurjannah (2) pasien RS Santo Borromeus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Kisdiantoro
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Freni Satria Mulya

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Segenap tokoh masyarakat serta aparat pemerintahan di Kelurahan Sekeloa Kecamatan Coblong Kota Bandung yang dipimpin Lurah Sekeloa, H Husnen siap memasang badan untuk membantu keluarga Ismi Apriani Nurjannah (2) pasien RS Santo Borromeus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ismi merupakan anak dari pasangan Ade Zulherman dan Ira Atmirawati yang kini sekujur badannya lumpuh serta kedua tangannya kaku pascaoperasi otak yang dilakukan tim dokter di rumah sakit Boromeus, Bandung.

Kepada Tribun melalui ponselnya, Husnen mengemukakan telah mengumpulkan tokoh masyarakat se-kelurahan termasuk Camat Coblong serta tim dari Puskesmas Sekeloa. "Pada pertemuan itu kami sepakat pasang badan untuk membantu sepenuhnya proses pemberian bantuan yang diperlukan keluarga Ismi. Kami telah berbincang dengan tim RS itu yang diwakili Kasubid Kesekretariatan, Benny sehingga memungkinkan pembicaraan pembebasan biaya Ismi," ujarnya.

Pihak RS Borromeus dalam rilisnya yang ditandatangani Direktur Utama dr AM Lisliyantotot H MMR menyatakan kondisi korban saat ini sudah relatif stabil dan pihaknya telah mengizinkan Ismi untuk dirawat jalan.

"Ismi terakhir berobat pada 13 dan 16 Juli 2009 dengan keluhan pembesaran kelenjar getah bening di leher. Dokter mendiagnosa sementara Ismi menderita suspect infeksi tuberculosis (TBC), namun kemudian setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium Ismi ternyata menderita peradangan saluran pernafasan," ujarnya.

Sebelumnya, Tim Medis yang difasilitasi Komite Medik juga sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan keluarga untuk menjelaskan keadaan penyakitnya seraya mengklarifikasi pemahaman keluarga.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tindakan pemasangan ventil dilakukan tanggal 28 September 2009 operasi untuk menyelamatkan nyawa pasien, yang saat itu sudah memiliki skala kesadaran 6," kata Lisliyantotot. Menurutnya, pihak rumah sakit sudah melakukan segala tindakan sesuai prosedur yang ada untuk menyelamatkan Ismi.

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas