Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

BKSDA Pastikan Margo Mulyo Aman dari Harimau

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung memastikan tidak ada harimau di wilayah perladangan Kampung Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang (Tuba) Barat.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Harismanto
Laporan Wartawan Tribun Lampung, Robertus Didik
TRIBUNNEWS.COM, MENGGALA -
Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung memastikan tidak ada harimau di wilayah perladangan Kampung Margo Mulyo, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang (Tuba) Barat.

Sehingga, sekitar 4.500 warga yang tinggal di wilayah tersebut tak perlu khawatir lagi. Menurut Kepala Seksi Penanggulangan Gangguan Satwa Liar Wilayah II BKSDA Lampung Arifin Nur, hasil survei LSM Perlindungan dan Konservasi Harimau Sumatra (PKHS), tidak ada harimau di sana.
"Warga yang pernah melihat langsung, juga ragu-ragu kalau itu benar-benar harimau," ujarnya saat dihubungi Tribun Lampung.

Sebelumnya, warga di RK 3/RT 10 kampung tersebut sempat resah. Pasalnya, ada beberapa orang yang mengaku melihat harimau loreng di wilayah perladangan itu. Sodi (38), salah satu warga, mengaku telah melihat harimau  dengan mata kepalanya sendiri pada 12 Maret lalu.

Dian Rohadi (63) warga lainnya, juga sempat menyaksikan binatang karnivora itu sedang merumput di perladangan singkong. Berdasarkan pengamatannya, harimau itu panjangnya sekitar dua meter, dan bertubuh loreng.

Untuk memastikan kabar yang meresahkan itu, anggota Polsek Tulangbawang Udik yang kala itu masih dipimpin oleh AKP Yudi Pristiwanto, sempat terjun ke lokasi. Namun, ia sempat ragu dengan bukti- bukti bekas tapak kaki yang diduga milik harimau. Bekas apak kaki itu tampak pudar karena terguyur hujan.

Meski begitu, Yudi tetap berkorrdinasi dengan instansi terkait. Lantas pada 18 Maret silam, tim dari penanggulangan gangguan BKSDA Lampung meninjau lokasi itu.

Menurut Yuswo Wiyono, pemimpin tim tersebut, adanya rumpun bambu di wilayah itu memang berpotensi sebagai tempat bermukimnya harimau. Warga pun diminta berhati-hati jika pergi ke ladang.

Pada 2 April lalu, tim BKSDA kemudian memasang perangkap harimau yang dirakit sendiri. Tim juga menyiapkan kandang untuk mengangkut predator yang gemar berburu di malam hari itu. Perangkap diisi dengan anak kambing untuk umpan. Hingga sekitar 20 hari, perangkap itu tak menuai hasil. (*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Lampung
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas