Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ibu Hamil Dianiaya Pak Ogah di Sumut: Korban Ungkap Pernah Keguguran

Saat ditemui di Polrestabes Medan, Kartina menceritakan awal muka sebelum aksi penganiayaan itu ia awalnya baru pulang bekerja.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Erik S
zoom-in Ibu Hamil Dianiaya Pak Ogah di Sumut: Korban Ungkap Pernah Keguguran
HO/IST/TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
WANITA HAMIL DIANIAYA- Rekaman video penganiayaan yang dialami oleh Pasutri di kawasan Kecamatan Medan Tembung, Rabu (3/6/2026) kemarin. Saat ini, kedua pelaku sudah diamankan di Polrestabes Medan. 

Ringkasan Berita:
  • Mulana Kartina, ibu hamil dua bulan, dianiaya preman saat bersama suaminya di Deli Serdang.
  • Penganiayaan terjadi setelah keduanya menolak melintas area tawuran karena khawatir keselamatan kandungan Kartina.
  • Kartina ditendang perutnya, namun hasil USG menunjukkan janinnya tetap sehat dan aman.

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Seorang ibu hamil bernama Mulana Kartina br Nainggolan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, menjadi korban penganiayaan preman alias pak ogah.

Kartina br Nainggolan, dianiaya saat bersama suaminya, Mangongap Purba menaiki sepeda motor melintas di Jalan Baru Pasar, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (3/6/2026).

Saat ditemui di Polrestabes Medan, Kartina menceritakan awal muka sebelum aksi penganiayaan itu ia awalnya baru pulang bekerja.

Saat itu, ketika ia dan sang suami melintas di seputar Jalan Baru Pasar, Kecamatan Medan Tembung, keduanya melihat adanya aksi tawuran di seputar bantaran rel. 

Ia mengaku, saat itu keduanya hendak melintas di terowongan yang tepat berada di bagian bawah rel tempat terjadinya aksi tawuran.

Namun, keduanya mengurungkan niat melintas karena takut terlebih melihat kondisinya yang tengah hamil. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi di rel kereta api itu tawuran, itu selalu ada tawuran. Jadi kami takut melintasi jalan tersebut, dan suami saya juga ketakutan karena posisi saya lagi hamil gitu kan," ujar Kartina, Kamis (4/6/2026). 

Melihat kondisi yang semakin tak terkendali, ia mengaku suaminya langsung menepikan kendaraannya karena takut terkena lemparan batu.

Namun, tak berselang lama sejumlah pria yang ada di sekitar lokasi langsung menghampiri keduanya. 

"Ya kayak manalah. Bukan kutantang, dia ibarat kata tidak mau lagi itu. Gitu kan. Nah setelah itu dia enggak terima. Mungkin suami saya menyenggak dia. Jadi dia menghampiri kami," ucapnya. 

Baca juga: Sosok Pelaku Penendang Ibu Hamil di Sumut, Kakak Beradik Berprofesi Pak Ogah

Saat itu, para pria tersebut meminta keduanya agar tetap melintas karena dianggap membuat macet lalu lintas.

Namun, karena merasa terancam jika melintas keduanya menolak permintaan para pelaku. 

Nahas, penolakan itu membuat sejumlah oknum preman itu panas dan langsung melakukan penganiayaan.

Tampak dalam video yang sudah viral, para pelaku terlihat memukuli bagian wajah sang suami sementara satu pelaku lainnya menendang perut Kartina. 

"Itu tidak ada kemacetan sama sekali. Jadi si pelaku ini yang menganiaya kami. Kami dipaksa disuruh untuk melintasi jalan yang tawuran tersebut yang lempar-lemparan batu itu," katanya. 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas