Hih! Pasien RS Ini Sering Ditemani Mayat...
Hati-hati bila anda dirawat di RSUD Dr M Soewandhie Surabaya. Karena bila suatu saat ada tetangga kasur perawatan Anda meninggal
Editor:
Tjatur Wisanggeni
Saat itu usulan itu diterima pemkot, namun pemkot sendiri kesulitan melepaskannya. “Sebenarnya lahan surat ijo bisa diambil alih pemkot karena sesuai perda jika memang dibutuhkan bisa diambil. Tapi masalahnya harus ada ganti rugi bangunan,” ungkapnya.
Selain kamar mayat, ruang penting lain yang tidak dimiliki adalah ruang isolasi untuk penyakit menular, ruang penyakit jiwa, bank darah dan lahan parkir.
Tidak adanya ruang isolasi mengakibatkan banyak pasien penyakit menular harus bercampur dengan pasien umum. Ini memicu penularan penyakit. “Ya, tidak heran kalau ada pasien yang masuk sakit batuk, tiba-tiba keluar dari rumah sakit terkena lepra, karena memang digabung jadi satu,” selorohnya.
Akibat minimnya sarana, status tipe B yang disandang RSUD Soewandhie terancam dicabut kementerian kesehatan. Apalagi sebelumnya Komite Akreditasi Rumah Sakit (KAR) Kementerian Kesehatan sudah memastikan rumah sakit ini tak layak diakreditasi. Ini disampaikan saat mereka meninjaunya November 2010 lalu.
Saat ini RSUD Dr Soewandhie memang sedang membangun gedung bertingkat namun sejak dibangun dua tahun lalu, hingga kini tak kunjung selesai. Padahal ruang-ruangan di bangunan baru ini juga menjadi syarat bisa tidaknya diakreditasi.
“Kami berharap pemkot bisa melelang pembangunan gedung ini di awal tahun sehingga awal tahun 2011 sudah bisa kami ajukan akreditasi,” ujar Didiek.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Simon Lekatompessy berjanji membantu kesulitan RSUD dr Soewandhie. “Kami akan membantu perluasan lahannya, kalau memang itu surat ijo ya kami upayakan,” janji Simon. (surya)
Baca tanpa iklan