Gerbong Kereta Tanpa Loko Hajar Tiga Rumah
Empat gerbong Kereta Api (KA) Gajayana yang sedang parkir di Stasiun Kota Baru, Malang, Selasa (4/1/2011)
Editor:
Tjatur Wisanggeni
Pakar transportasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Herawati, menyampaikan analisisnya bahwa empat gerbang KA Gajayana bisa meluncur sendiri karena faktor ketinggian (elevasi) tanah yang menjadi tumpuan rel tidak rata.
“Gerbong kereta dalam posisi berhenti tiba-tiba mundur karena dipengaruhi tingkat elevasi. Naik turunnya elevasi yang memengaruhi gerbong kereta sehingga mundur dengan sendirinya. Namun semua harus diselidiki lebih rinci. Ini baru analisa awal,” jelas Herawati ketika dihubungi Surya, Selasa (4/1/2010) malam.
Dia mengibaratkan mobil yang diparkir di jalan. Jika kondisi jalan itu tingkat elevasinya terjaga, maka mobil tetap berhenti. Manakala kondisi jalan sedikit menurun saja, mobil bisa ngglender. Hal sama kemungkinan besar terjadi pada empat gerbang kereta yang diparkir di atas rel.
Dosen ITS ini pun prihatin dengan insiden yang menelan korban jiwa tersebut. “Kami berharap agar diselidiki lebih detail untuk memastikan penyebabnya,” tambahnya. (surya)
Baca tanpa iklan