Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Warga NTT di Bandung Minta Maaf

Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal di Bandung memohon maaf atas pengrusakan dan penganiayaan H Odang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Dicky Fadjar Juhud

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG, - Kasim Lobang (25), perwakilan warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal di Bandung mewakili warga NTT memohon maaf atas pengrusakan dan penganiayaan H Odang (68).

Hal itu diungkapkan Kasim kepada wartawan di salah satu tempat di kawasan Buah Batu, Bandung, Sabtu (8/1/2011)

"Kami atas nama warga NTT yang ada di Kota Bandung, umumnya mewakili warga NTT di Indonesia ini. Mohon maaf atas apa yang terjadi, atas perlakuan adik-adik saya. Mohon maaf kepada keluarga Haji Odang dan warga Cipadung khususnya. Kami berharap ini masalah ini tidak berkepanjangan. Kami akan kooperatif," ujar Kasim.

Ia bersama warga NTT lainnya hingga saat ini tengah berusaha membantu pihak kepolisian untuk menyerahkan warga mereka yang terlibat dalam pengrusakan dan penganiayaan pada Rabu (5/1/2011) lalu. Termasuk sekitar dua orang warganya yang kini tengah dalam perjalanan untuk menyerahkan diri ke kepolisian.

Pada kesempatan itu pula, Kasim mewakili warga NTT yang kini sudah diamankan di Mapolrestabes Bandung berjumlah 11 orang, berharap pihak kepolisian menangkap pemicu bentrokan.

"Kami ingin, pihak kepolisian menangkap oknum warga yang telah melakukan penyerempetan sekaligus pemukulan kepada adik kami. Yang kedua, pihak kepolisian juga menangkap pelaku penganiayaan terhadap adik saya yang tengah tidur di kost-an. Yang ketiga juga, kami minta pihak kepolisian menangkap pelaku penganiayaan terhadap adik Siradjudin yang tidak tahu duduk permasalahannya, tapi dianiaya. Selebihnya, sekali lagi, mohon maaf yang sebesar-besarnya bagi warga Bandung, khususnya warga Cipadung dan keluarga Haji Odang," kata pria yang tengah menyelesaikan skripsi di UIN Sunan Gunung Djati.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas