Gendam Gunakan Ilmu Hitam dan Sihir
Gendam dapat diibaratkan metode hipnosis secara paksa menggunakan ilmu hitam atau sihir.
Editor:
Gusti Sawabi
Gendam dan hipnosis sama-sama mengendalikan alam bawah sadar manusia namun ada perbedaan mendasar dalam praktiknya. Orang yang melakukan hipnosis (hipnotis) dapat bekerja efektif hanya jika orang yang dihipnosis bersedia. Jika korban sadar dan menolak maka hipnosis tidak akan bisa berjalan. Metode hipnosis ini dapat dipelajari secara ilmiah dengan mengikuti proses pelatihan yang panjang dan bertahap.
Sedangkan gendam dapat diibaratkan metode hipnosis secara paksa menggunakan ilmu hitam atau sihir. Karena menggunakan ilmu hitam sehingga gendam tidak tergantung pada bersedia atau tidaknya korban. Dalam sejumlah literatur, ilmu gendam sebenarnya warisan budaya leluhur Jawa yang pada awalnya digunakan untuk pengobatan atau memengaruhi seseorang untuk berbuat kebaikan. Tapi saat ini ilmu gendam lebih cenderung disalahgunakan untuk kejahatan atau merugikan orang lain.
Ketika kena gendam, menurut Adi, empat filter mental manusia (keselamatan hidup, moral agama, benar-salah, dan masuk akal atau tidak) tidak bekerja. Sedangkan ketika orang dihipnosis empat filter mental manusia hanya di-off-kan sementara.
Kendati gendam bisa diterapkan dengan cara paksa, bukan berarti tidak bisa ditangkal. Menurut Adi, tips menangkal gendam adalah selalu waspada dan langsung melawan ketika ada orang menyampaikan sesuatu yang melanggar empat filter mental. Ketika tidak ada upaya melawan di awal maka penggendam akan langsung mematikan empat filter mental. Ketika sudah dalam kondisi ini penolakan tidak akan bekerja lagi.