Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BMKG Resmi Akhiri Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,7 Sulut

BMKG resmi mencabut peringatan tsunami pascagempa M 7,7 Sulut. Warga diminta tetap waspada gempa susulan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi

Ringkasan Berita:
  • BMKG mencabut peringatan tsunami pascagempa M 7,7 di utara Sulawesi, 8 Juni 2026. 
  • Pemantauan muka air laut menunjukkan kondisi normal. 
  • Tsunami sempat terdeteksi di beberapa titik, tertinggi 0,75 m di Talengan. 
  • Warga diminta tetap waspada gempa susulan dan mengikuti informasi resmi otoritas

TRIBUNNEWS.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan menyusul gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah utara Sulawesi pada Senin (8/6/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemantauan muka air laut menunjukkan kondisi berangsur normal dan tidak lagi terdapat ancaman tsunami yang membahayakan wilayah pesisir yang sebelumnya masuk dalam peringatan dini.

Dengan dicabutnya peringatan tersebut, masyarakat di sejumlah daerah yang sempat berada dalam status Siaga maupun Waspada kini dapat kembali beraktivitas secara normal.

Meski demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan terus mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang.

"Peringatan Dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa Mag:7.7, lokasi: 244 km BaratLaut PULAUKARATUNG-SULUT, waktu:08-Jun-26 06:37:42 WIB, dinyatakan telah berakhir, demikian informasi terakhir disampaikan oleh Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia,kecuali ada informasi baru".

Tsunami Sempat Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah laut di utara Sulawesi pada pukul 06.37 WIB.

Rekomendasi Untuk Anda

Pusat gempa berada sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut berpotensi memicu tsunami sehingga peringatan dini segera diterbitkan untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara hingga Kalimantan Timur.

Selama masa pemantauan, gelombang tsunami terdeteksi di beberapa titik pengamatan. Ketinggian gelombang tertinggi tercatat di Talengan, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, mencapai 0,75 meter.

Selain Talengan, tsunami juga terdeteksi di Tahuna, Melonguane, Bitung, Paleleh, Ternate, Loloda, Ulusiau, dan Tanjung Siduapa dengan ketinggian yang bervariasi.

Baca juga: Penampakan Kerusakan Rumah Warga akibat Gempa Magnitudo 7,7 di Sulut

Sejumlah Daerah Sempat Berstatus Siaga

BMKG sebelumnya menetapkan sejumlah wilayah dalam status Siaga Tsunami karena berpotensi terdampak gelombang tsunami akibat gempa besar tersebut.

Daerah yang masuk dalam kategori siaga antara lain Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kota Manado, Minahasa Utara, Minahasa, Kepulauan Minahasa, Minahasa Selatan bagian utara, Kota Bitung, Bolaang Mongondow bagian utara, Gorontalo bagian utara, Buol, Tolitoli hingga Donggala bagian utara.

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri dan berbagai unsur terkait sempat meningkatkan kesiapsiagaan serta mengimbau masyarakat yang berada di kawasan pesisir untuk menjauh dari pantai dan melakukan evakuasi jika diperlukan.

Di Provinsi Gorontalo, wilayah pesisir bagian utara sempat berstatus Siaga Tsunami, sementara Kabupaten Bone Bolango berada pada status Waspada.

Gempa Terjadi di Zona Tektonik Aktif

Secara geologis, gempa magnitudo 7,7 tersebut terjadi di kawasan pertemuan Lempeng Filipina, Lempeng Pasifik dan Lempeng Eurasia yang dikenal sebagai salah satu zona paling aktif secara tektonik di Indonesia.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas