Ribuan Arca Masih Terkubur dalam Tanah
Kekayaan prasejarah Sumsel yang terletak di Lahat, Pagaralam, Empatlawang merupakan perkampungan purbakala terbesar di Indonesia.
Editor:
Prawira
Seperti di pulau Jawa, Sulawesi, dan Papua, hanya ditemukan beberapa jenis saja dan kebanyakan hanya berbentuk dolmen, tetralit dan juga tempayan kubur.
Hal ini menunjukkan jika kehidupan manusia purba dahulu banyak bertempat tinggal di Pasemah. Hal ini terbukti dari banyaknya penemuan seperti arca, lumpang batu, kursi batu, kubur batu, menhir, dolmen, tampayan kubur dan masih banyak jenis lainnya. Hal ini diperkuat dari catatan yang ada pada Balar Palembang yang dapat menjadikan kawasan Pasemah merupakan Komplek Megalit terbesar.
Menurut Kristina, beberapa hari ini saja pihaknya kembali menemukan komplek atau kampung megalit yang berlokasi di Desa Gunung Kaya, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat.
Di lokasi tersebut terdapat sekitar sebelas dolmen, satu tetralit, satu monolit, satu batu formasi bersegi empat dan satu buah lumpang batu.
Lokasi kampung megalit lainnya ada di Kota Pagaralam yaitu Dusun Tanjung Aro. Di lokasi tersebut terdapat arca, dolmen, menhir, kubur batu dan masih banyak jenis lainnya.
Kebanyakan kampung atau kompleks megalit yang ditemukan berada di tengah perkebunan dan persawahan milik warga, yang lokasinya berdampingan dengan permukiman warga. Ada juga yang terdapat tengah-tengah pemukiman penduduk.
Pada kondisi seperti itu jika tidak segera dilakukan pendataan dan pemeliharaan dikahwatirkan megalit dapat rusak, bahkan dapat dihancurkan oleh masyarakat yang tidak mengerti.
Kepala Dinas Kebudyaan dan Pariwisata (Disbudpar), Syafrudin, mengatakan memang untuk saat ini pemerintah mengalami banyak kendala dalam menindaklanjuti berbagai penemuan benda purbakala yang bernilai sejarah tersebut, terutama masalah dana dan keterbatasan sumber daya manusia.