Walikota Bersahaja dan Pengayom Itu Telah Berpulang
Walikota Pematangsiantar 1967-1984, Letkol Laurimba Saragih tutup usia, Minggu (27/6/2011).
Editor:
Alfred Dama
"Saya selalu mengatakan jika ingin jadi Wali Kota, contohlah Laurimba Saragih," katanya. Menurutnya, Laurimba identik dengan Pematangsiantar karena telah berbuat banyak untuk kota ini.
Marim Purba mengenal seniornya ini dari ayahnya, almarhum Mansen Purba, yang pernah bersama-sama menjadi pengurus Golkar Sumatera Utara. Ia terkesan dengan Laurimba karena sifatnya yang sederhana.
“Setelah selesai menjabat sebagai Wali Kota, beliau sering datang ke rumah kami di Jalan Karya, Medan, dengan Vespa. Setahu saya sampai saat terakhirnya beliau hanya menggunakan Fiat tuanya itu,” kata Marim.
Laurimba, kata Marim, dalam perbincangan mereka sering mengeluhkan perubahan yang terjadi di masyarakat.
“Beliau sering komentar tentang masyarakat yang sekarang telah berubah menjadi pragmatis, tidak lagi menjunjung nilai-nilai idealis,” katanya. Ia bahkan, lanjut Marim, pernah mendamprat seorang Wali Kota Pematangsiantar karena tidak tahan melihat sifat juniornya yang pragmatis itu.
Laurimba Saragih adalah tipikal pemimpin yang lahir dari masa perjuangan meraih kemerdekaan. Karena mewarisi sifat para pejuang yang membaktikan dirinya untuk NKRI, sosok Laurimba kontras dengan pemimpin jaman sekarang yang hanya mementingkan diri dan golongan tertentu.
Baca tanpa iklan