Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Gunungan Lava Favorit Pendaki Hancur Tak Tersisa

DUDUK bersandar di sebuah punggungan tipis di tepian sektor timur laut bekas Kawah Mati, tubuh serasa beku. Kedahsyatan letusan Merapi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Letusan 2010 memang benar-benar memperlihatkan keistimewaannya ketimbang pola erupsi sebelumnya. Kubah lava 2006 terbentuk menjulang sebagai akibat tipe erupsi yang efusif, sehingga magma bergerak pelan dari dapurnya.

Gerakan terus menerus dari perut gunung membuat pembengkakan di puncak, dan deformasi itu  berujung guguran material di puncak. Muncullah lava pijar serta aliran piroklastik atau awan panas, masyarakat setempat menyebutnya wedhus gembel.

"Pola erupsi efusif ini terjadi sesudah letusan 1930," kata Sapari Dwiono, Teknisi Instrumentasi di Seksi Gunung Merapi BPPTK Yogyakarta.

Letusan 1930 masuk kategori katastropik akibat tingginya daya rusak dan akibat yang ditimbulkan erupsi eksplosif itu Lereng barat Merapi tersapu bersih oleh awan panas, hujan abu pasir turun di Muntilan dan Magelang.

Dari dokumentasi foto-foto pemerintah kolonial Belanda di BPPTK Yogyakarta, efek letusan 1930 tampak serupa dengan erupsi 2010.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas