Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Diduga Malapraktek, Bocah Tewas Setelah Ditransfusi

Elija Dethan, bayi perempuan berusia 11 bulan, bernasib malang. Dia meninggal setelah menjalani transfusi darah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Romualdus Pius

Laporan Wartawan Pos Kupang, Oby Lewameru

TRUBUNNEWS.COM, KUPANG - Elija Dethan, bayi perempuan berusia 11 bulan, bernasib malang. Dia meninggal setelah menjalani transfusi darah yang dilakukan oleh petugas medis di Rumah Sakit  Ibu dan Anak  (RSIA) Dedari Kupang.

Menurut informasi yang diperoleh di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang, Senin (13/2/2012) malam,  Elija Dethan adalah putra Johnson Dethan dan Merlin, warga Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Elija menderita sakit sehingga keluarga merawat korban di RS Mamami dan hasil pemeriksaan dokter korban sakit disentri.

Keluarga kemudian melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap feces korban di Laboratorium Prodia dan juga USG di RSU Prof. WZ Johannes Kupang.

Ed Dethan, paman korban, mengatakan, hasil pemeriksaan merekomendasikan korban harus menjalani operasi.

"Setelah diperiksa dan harus dioperasi, maka keluarga memindahkan korban dari RS Mamami ke RSIA Dedari. Dan, pada Sabtu (11/2/2012), korban dibawa ke RSIA Dedari dan dioperasi ususnya," kata Ed.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Ed, korban kemudian membaik setelah dioperasi. Pada Senin (13/2/2012) sekitar pukul 11.00 wita, korban melakukan transfusi darah, namun berselang 2-5 menit korban kejang- kejang lalu menghembuskan nafas terakhir.

Johnson Dethan, ayah korban, mengatakan, usai operasi anaknya sehat dan tidak ada gangguan lagi, bahkan untuk buang air besar juga sudah normal. Namun pada Senin (13/2/2012) dilakukan transfusi darah karena HB anaknya hanya 7,5.

"Setelah transfusi darah terjadi kejang-kejang dan sekitar 5 menit kemudian jantung anak saya berhenti. Kami sudah lapor ke polisi agar menyelidiki penyebab kematian. Kami memang tidak mencari siapa yang salah, tapi untuk mencari pemicu sampai anak saya meninggal," kata Johnson.

Keluarga juga meminta agar jenazah diotopsi untuk mengetahui penyebab kematian. "Keluarga hanya ingin tahu kenapa anak kami mati mendadak seperti ini. Kami perlu jawaban. Karena itu, kami siap dan lapor polisi untuk otopsi," katanya.

Pemilik Rumah Sakit  Ibu dan Anak  (RSIA) Dedari Kupang, dr. Dewa Putu Sahadewa, Sp.OG dalam jumpa pers dengan wartawan mengatakan, pihaknya bekerja sesuai standar operasi pelayanan dan tidak melakukan malapraktek.

Menurutnya, dokter maupun paramedis yang merawat korban tidak ada niat sedikit pun melakukan malapraktek.

"Bayi itu dalam kondisi emergency sehingga kita lakukan penanganan secara intensif. Operasi yang kita lakukan untuk menolong bayi tersebut karena ada perut dalam perut sehingga mengganggu sistem pencernaan," kata Sahadewa.

Didampingi penasehat hukum, Lorens Mega Man, S. H dan sejumlah dokter, yakni, dr. Budi Yulianto, Sp.An, dr. Dedi Yulidar dan dr. Frans Taolin, S.pa, Sahadewa menjelaskan, bayi tersebut masuk dalam keadaan sakit dan setelah dioperasi menunjukkan kondisi yang normal.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas