Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Begini Cara Dokter RJ Mengaborsi Pasiennya

Reny mengisahkan, Bunga merupakan teman dekatnya. Bunga yang berusia 20 tahun terpaksa menggugurkan kandungannya karena hamil di luar nikah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hanan Wiyoko

TRIBUNNEWS.COM, CILACAP - Praktik aborsi yang dilakukan dokter spesialis kandungan di Cilacap, Jawa Tengah berhasil diungkap.

Praktiknya tak sembunyi-sembunyi karena dilakukan di rumah di tepi Jalan Gatot Soebroto, Cilacap lengkap dengan plang dokternya.

Pemberitaan terkuaknya praktik aborsi oleh dokter berinisial RJ alias Jalal menyentak perhatian Reny (24), pekerja swasta di Purwokerto.

Ia mendadak ingat kisah temannya, sebut saja Bunga yang menjadi pasien dokter tersebut.

"Teman saya Bunga menjadi pasien dokter itu. Dia datang untuk menggugurkan kandungannya pada 4 Februari 2012 lalu," kata Reny saat dihubungi Tribun Jogja, Jumat (16/3/2012) petang.

Cocok Harga, Langsung ke Tempat Tidur

Rekomendasi Untuk Anda

Reny mengisahkan, Bunga merupakan teman dekatnya. Bunga yang berusia 20 tahun terpaksa menggugurkan kandungannya karena hamil di luar nikah.

Lalu bagaimana cara dokter RJ mengaborsi? Reny menceritakan, informasi yang diperolehnya dari Bunga, setelah deal harga yang dipatok sebesar Rp 2 juta, Bunga kemudian masuk ke ruangan dan disuruh tiduran di tempat tidur. Dokter kemudian memasukkan obat berbentuk cair ke kemaluannya. Setelah 30 menit, Bunga kemudian disuntik bius.

Setelah dibius, dalam kondisi terlentang dan mengangkang, proses kuret itu dilakukan. Proses kuret yang dilakukan dokter dan dibantu suster itu berlangsung sekitar satu jam.

Setelah selesai kuret, Bunga kemudian diberi obat berupa kapsul, dua tablet warna kuning dan pink.

"Untuk aborsi Bunga habis Rp 2 juta karena usia kandungan kurang dari tiga bulan," katanya.

Selain membayar uang untuk biaya kuret, pasien seperti diceritakan Bunga kepada Reny, juga harus mengganti biaya obat Rp 200 ribu.

Saat Tribun meminta nomor kontak Bunga, Reny menyatakan sudah berusaha menghubunginya. Namun temannya itu tak mau diganggu. "Sekarang sudah bisa beraktivitas lagi," cerita Reny.

Praktik aborsi yang dilakukan dokter RJ terungkap setelah polisi menerima laporan dari masyarakat. Setelah melakukan pemeriksaan satu hari, Polres Cilacap pada Jumat (16/3/2012) siang menyatakan dokter RJ sebagai tersangka praktik aborsi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas