Cerita tentang Bulus dari Goa Ngerong
Populasi bulus atau labi-labi (freshwater turtles) di Goa Ngerong, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Tuban, Jatim, terancam punah
Editor:
Gusti Sawabi
TRIBUNNEWS.COM - Populasi bulus atau labi-labi (freshwater turtles) di Goa Ngerong, Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Tuban, Jatim, terancam punah akibat kesulitan berkembang biak.
“Bulus di Goa Ngerong bisa punah sebab dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah bertambah, tidak bisa berkembang biak,” kata Kepala Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Moch. Mochtar, Selasa (20/3/2012).
Ia memperkirakan, kalau tidak ada usaha penyelamatan, populasi bulus di gua itu benar-benar punah. Masalahnya, dalam beberapa tahun terakhir ini binatang itu hanya tinggal 10 ekor, dan tidak pernah bertambah.
Menurut dia, tidak bertambahnya bulus itu karena binatang itu tidak pernah bertelur di tempat yang telah disediakan, yakni berukuran 2×3 meter dengan lokasi di luar atau berjarak sekitar 6 meter dari mulut gua.
“Kalau perkiraan saya, bertelurnya di dalam gua, tetapi tidak berhasil menetas karena tidak mendapatkan sinar matahari,” katanya memperkirakan.
Ia menceritakan sekitar 30 tahun lalu jumlah bulus Gua Ngerong pernah mencapai 50 ekor lebih, dan terus berkurang karena hilang dijarah pencuri. “Sewaktu saya kecil, anak-anak sering bermain-main dengan naik bulus yang berenang di Sungai Ngerong,” katanya.
Ia menyebutkan bulus di Gua Ngerong, rata-rata memiliki diameter sekitar 1 meter, di antaranya bulus di gua setempat ada yang berwarna putih (Capture Movie C. Alkantana).
“Keluarnya bulus hanya pagi hari, biasanya dua ekor di mulut gua, satu ekor berenang keluar dari mulut gua, kemudian kalau sore hari masuk kembali ke dalam gua,” kata Eni, pedagang makanan ikan “kelenteng”, di gua setempat.
Mochtar lebih lanjut menjelaskan bahwa pengelolaan aset wisata alam Gua Ngerong yang luasnya sekitar 1 hektare dengan potensi kelelawar, berbagai aneka ikan, termasuk bulus, langsung dikelola desa dan pendapatannya berkisar Rp110 juta–Rp120 juta per tahun.
“Dalam masalah sulitnya bulus berkembang biak, saya belum pernah melaporkan kepada Dinas Pariwisata Pemkab Tuban,” katanya.
Berdasarkan data di desa, hasil penelitian LIPI dari Jakarta pada tahun 2002, Gua Ngerong panjangnya mencapai 1.770 meter dengan debit air dari mata air di hulu Gua Ngerong 773.6 liter/detik. Air yang keluar dari mulut gua sebanyak 523.7 liter/detik.
Baca tanpa iklan