Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Nelayan Sape Tewas Ditembak Polisi Taman Nasional Komodo

Naas dialami Anwar. Nelayan asal Sape, Kabupaten Bima, NTB ini tewas ditembak polisi Taman Nasional Komodo (TNK), Senin (26/3/2012).

Nelayan Sape Tewas Ditembak Polisi Taman Nasional Komodo
ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas

TRIBUNNEWS.COM, LABUAN BAJO - Naas dialami Anwar. Nelayan asal Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat ini tewas ditembak polisi kehutanan Taman Nasional Komodo (TNK), Senin (26/3/2012) sekitar pukul 12.15 WITA.

Tiga rekan Anwar, yakni Ucok (13), Arifudin (15) dan Abdul Muis (18) menderita luka tembak di kaki, lengan dan ibu jari kaki. Sementara, empat nelayan lainnya, Jaharudin (18), Arifin (30), Arhama dan Riyan selamat.

Nelayan ditembak delapan polisi TNK karena kedapatan mengebom ikan di perairan laut Loh Seloka, sebelah barat Pulau Komodo, termasuk dalam kawasan TNK di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Delapan nelayan itu menggunakan satu perahu motor berkapasitas muatan 1,5 ton. Juragan perahu, Anwar meninggal di tempat setelah peluru dari pistol Metralium (PM) 1-A1 yang digunakan politi TNK bersarang di lehernya.

Nelayan yang luka-luka dan selamat kini diamankan polisi TNK di Labuan Bajo.

Ucok yang mengalami luka tembak, saat ditemui di Puskesmas Labuan Bajo, Selasa (27/32012) dini hari, menjelaskan, saat petugas TNK mendekat lalu memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali, juragan kapal Anwar langsung menggerakkan perahu motor meninggalkan lokasi pengeboman ikan.

Namun karena perahu motor kalah cepat sehingga Speed Boat yang digunakan polisi TNK merapat dari sisi kanan perahu motor. Polisi TNK langsung menembak leher Anwar sehingga dia meninggal.

Saat itu mesin perahu langsung mati. Perhau oleng. Karena ketakutan, Ucok bersama teman-temannya tiarap di dalam perahu.

Menurut Ucok, polisi TNK yang sudah berjarak sekitar 10 meter, terus menembak ke arah perahu mereka. Peluru menembus body perahu dan mengenai kaki, ibu jari dan lengan kanan Ucok, Arifudin dan Abdul Muis.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: alfons nedabang
Sumber: Pos Kupang
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas