Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Telkomsel Alami Lonjakan Traffic akibat Panic Call Gempa

Di RSUD dr Pirngadi, ratusan pasien berhamburan keluar gedung rumah sakit dan berkumpul di area

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anwar Sadat Guna

Telkomsel mencatat lonjakan hingga 100 persen dibandingkan traffic normal, yang didominasi panggilan telepon dan SMS, khususnya di wilayah Aceh dan dari luar Aceh.

Kenaikan traffic ini memenuhi setidaknya lebih kurang 4.500 Base Transceiver Station (BTS) milik Telkomsel yang tersebar di area Sumbagut.

Head of Corporate Communication Telkomsel Area Sumatera, Hadi Sucipto mengatakan terdata banyak panggilan dan SMS di wilayah Aceh.

Kebanyakan telepon dan SMS memang untuk mengetahui kabar sanak saudara mereka yang tinggal di daerah dekat lokasi pusat gempa.

Panic call ini ditambah lagi dengan terputusnya pasokan listrik akibat gempa yang membuat beberapa BTS sempat tidak berfungsi.

Namun Hadi Sucipto memastikan hal tersebut tidak berlangsung lama karena pihaknya menyediakan mobile genset untuk menggantikan listrik yang terputus.

"Kita punya pasokan energi sampai dengan 92 titik. Itu tersebar hampir diseluruh wilayah. Jadi kalau ada BTS yang terganggu, bisa cepat diatasi," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengatakan jika ada pelanggan yang kesulitan menghubungi pengguna selular lain, itu akibat panggilan yang tinggi di saat bersamaan.

"Yang pasti tidak ada gangguan yang signifikan. Hingga malam ini, info yang kita terima masih aman-aman saja," tambahnya.

Adanya program auto routing milik Telkomsel di luar lokasi gempa membuat traffic yang penuh dialihkan ke tempat yang kosong. Sehingga baik voice call, SMS hingga layanan data tidak terganggu.

Kepala Kelompok Pusat Gempa Bumi Regional Wilayah Satu, Albertus Tua Simanullang, mengatakan gempa berkekuatan 8,5 SR terjadi sekitar pukul 15.38 WIB. Titik gempa berada di 346 Kilometer Barat Daya Kabupaten Simeulue, Aceh.

Berdasarkan data BMKG, titik gempa tersebut terjadi 2.40 LU-92.99 BT 346 Barat Daya Kab Simeulue dengan kedalaman 10 Km.

"Gempa tektonik ini sudah memenuhi kriteria tsunami. Makanya kita keluarkan peringatan di seluruh pantai barat Sumatera. Pulau Simeulue, Nias, Mentawai, Bengkulu, sampai Lampung berpotensi tsunami," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas