Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Pelajar SMK Dibekuk Saat UN

Dua pelajar menengah kejuruan diamankan di Mapolrestabes lantaran menyontek saat

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mahyuddin

TRIBUNNEWS.COM, WATAMPONE - Dua pelajar menengah kejuruan diamankan di Mapolrestabes lantaran menyontek saat mengikuti ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK 1 Watampone, Senin (16/4/2012) pagi. Dari tangan keduanya diamankan sebuah telepon genggam merek Nokia dan selembar tissu berisi kunci jawaban.

Keduanya masing-masing Jusdiadi (16) pelajar SMK di Kecamatan Cina dan Nisrawati (17) pelajar salah satu SMK Kesehatan di Kabupaten Bone. Keduanya merupakan peserta ujian nasional yang diletakkan di rayon SMK 1 Watampone.

Menurut Jusdi, lembaran tissu itu ditemukan dari rekan seruangannya saat hendak mengumpulkan lembar jawaban. Saat itulah pengawas dan polisi mengamankan Jusdi karena diduga memiliki kunci jawaban namun, ternyata kunci jawaban itu tidak sesuai dengan soal.

Sementara itu, Nisra mengaku bahwa mendapatkan pesan singkat di telepon genggam miliknya saat hendak masuk ke dalam ruangan tempatnya mengikuti ujian. Namun, pesan singkat itu tidak diketahui asalnya karena nomor pengirim merupakan nomor yang tidak terdaftar di Daftar kontak telepon genggam milik Nisra.

Aksi Nisra diketahui pengawas ujian saat telepon genggamnya bergetar dan hendak melihatnya. Nisra pun langsung digiring ke ruang pengawas ujian dan diserahkan ke Mapolres Bone untuk diberi pembinaan "Saya tidak tau ada larangan membawa telepon genggam ke dalam ruangan ujian, " jelas Misra.

Kasat Binmas Polres Bone AKP Andi Husnaeni mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut. Ia juga menambahkan, bahwa keduanya hanya diberi pembinaan saja dengan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kunci jawaban yang mereka miliki bukan kunci jawaban yang sebenarnya sehingga keduanya hanya diberikan pembinaan, " jelas Andi Husnaeni.

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas