Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ratusan Nelayan Bireuen Ngamuk, Bakar Boat Marinir

Nelayan Bireuen dari Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada mengamuk sambil melempari Pos Lanal

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Anwar Sadat Guna

Melihat massa semakin beringas, aparat gabungan TNI/Polri melepaskan rentetan tembakan ke udara, sehingga massa membubarkan diri. Selanjutnya atas imbauan Dandim dan Panglima Laot, speedboat yang tinggal kerangka itu ditarik lagi oleh nelayan ke tempat semula.

Setelah boat ditarik, aktivitas nelayan di PPI Peudada kembali normal. Sebagian menurunkan ikan, sebagian lainnya istirahat di PPI, seakan tidak ada kejadian apa-apa.

Sedangkan korban Jafaruddin terlihat istirahat di Pos PPI karena mengaku pinggul dan kepalanya sakit, serta lecet di belakang telinga kanan. Sejumlah anggota TNI/Polri bersenjata lengkap tetap berjaga-jaga di sekitar Pos Lanal Peudada.

Kasus Ketiga
Panglima Laot Aceh, HT Bustamam mengecam keras insiden pemukulan nelayan oleh oknum TNI AL Pos PPI Peudada. “Aparat keamanan yang seharusnya melindungi masyarakat, malah menyakiti. Kami sangat sesalkan kasus ini,” tandas HT Bustamam dalam tanggapan tertulis yang dikirim ke Serambi, tadi malam.

Menurut informasi yang diterima Panglima Laot Aceh, ini adalah kejadian ketiga nelayan dipukuli hanya karena tidak memenuhi permintaan oknum TNI AL yang meminta ikan.

“Kami minta aparat penegak hukum mengusut kasus ini sampai tuntas dan oknum yang bersalah dijatuhi hukuman berat,” tulis pernyataan itu.

Pada pernyataan yang sama, Sekjen Panglima Laot Aceh, H Umar Abd Aziz mengingatkan semua pihak bahwa kasus kekerasan oleh aparat negara terhadap masyarakat sipil bisa dikategorikan pelanggaran HAM. Apalagi sudah terjadi berulang kali.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas