Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Saldo Rekening Guru di Sinjai Raib

Rekening dua guru yang bertugas di Kabupaten Sinjai diduga dibobol oknum yang tidak diketahui

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mahyuddin

TRIBUNNEWS.COM, SINJAI - Rekening dua guru yang bertugas di Kabupaten Sinjai diduga dibobol oknum yang tidak diketahui. Kedua rekening di salah satu cabang Bank konvensional pasangan suami istri ini bahkan raib hingga hanya menyisakan 50 persen dari jumlah saldonya saja meski tidak pernah melakukan penarikan dari rekeningnya.

Kedua rekening Bank Rakyat Indonesia ini merupakan milik Abdul Halim dan Nurhayati. Rekening itu merupakan tempat mereka meneriga gajinya. Padahal, sebelum dibobol jumlah saldo rekening milik Abdul Halim sebesar Rp 5.339.802 sedangkan istrinya Rp 5.020.134.

Keduanya mengetahui bahwa saldo rekening mereka raib saat hendak menarik uang di bank. Setelah menerima buku tabungan mereka yang telah dicetak dengan jumlah saldo yang tidak sesuai dengan jumlah saldo sebelumnya bahkan hingga kurang dari 50 persen.

" Yang kami herankan mengapa uang di rekening kami terpotong tanpa sepengatahuan kami," ujar Abdul Halim, Selasa (8/5/2012) saat ditemui.

Sementara itu Asisten meneger Operasional dan Layanan BRI cabang Sinjai Muh Imanuddin menjelaskan, pemotongan dana di rekening kedua guru tersebut biasa terjadi karena kesalahan dari pusat atau yang mengirim. Kesalahan ini bisa terjadi bila rekening tujuan pengeriman yang biasanya mendapat satu kali pengiriman menerima dua kali pengiriman sehingga terjadi kesalahan saat didrop

"Kesalahan ini merupakan kesalahan droping sehingga bila seorang pegawai yang biasanya hanya mendapat satu kali transper kemudian menerima dua kali transperan maka terjadi kesalahan dalam transper," jelas Imanuddin.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia juga menyebutkan, sasus seperti ini sering terjadi seperti yang pernah terjadi di Kabupaten Bulukumba. Menurutnya, Dinas pendidikan mestinya merekap ulang mana yang belum dikirimkan dan mana yang sudah dikirimkan agar kesalahan serupa tidak terjadi.

Sumber: Tribun Timur
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas