Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Siswa SMP I Cijeruk Terpaksa tak Upacara Bendera

Meski mengaku bingung, mereka tetap berkumpul di sekolah yang berlokasi dekat dengan Posko Evakuasi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Rachmat Hidayat

Sementara itu, Kepala Komite Nasional Keselamatan dan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi menegaskan, hari ini, tim evakuasi tetap mengutamakan pencarian korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet-100 di tebing Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Kendati, ada beberapa barang seperti 'black box' atau kotak hitam serta mesin pesawat juga sudah dilokalisir keberadaannya.

"Tetap pertama itu pencarian manusia (korban), baru yang lainnya," ujarnya kepada wartawan di Posko Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Senin (14/5/2012)Namun, jika pada pencarian korban, tim menemukan puing-puing pesawat, sambung Tatang, pihaknya akan turut membawanya ke Posko.

Target pencaharian sendiri, imbuh Tatang, mengaku belum memastikan. Karena, menurutnya, jalur menuju lembah tebing yang di duga menjadi lokasi berseraknya korban, sangat sulit dijajaki medannya.

"Target, belum-belum diputuskan, kami kerja dulu saja," tegasnya.

Seperti diketahui, Pesawat Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia ditemukan di tebing Gunung Salak di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut, Kamis (10/5/2012) pagi. Kondisi pesawat hancur berkeping-keping dan puingnya berserakan. Diperkirakan tidak ada penumpang yang selamat.

Menurut Humas Basarnas, Gagah Prakosa, pesawat buatan Rusia itu menabrak tebing, meledak, kemudian hancur. Gagah menduga kondisi pesawat hancur berantakan karena kecepatan yang tinggi, sekitar 800 km/jam.

Gagah juga mengatakan, jika kecelakaan terhadap pesawat besar dengan kecepatan tinggi, kemungkinan ada ledakan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Berbeda dengan pesawat kecil. Pesawat jet dengan kecepatan tinggi menghantam tebing, meledak, dan hancur," kata Gagah di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, kemarin.

Pesawat itu dilaporkan lost contact dan hilang dari pantauan radar setelah meminta izin turun dari ketinggian 10 ribu kaki ke 6.000 kaki. Posisi terakhirnya pada koordinat 06 43' 08" Lintang Selatan dan 106 43' 15" Bujur Timur.

Koordinat itu berada di dekat Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Pesawat Sukhoi tinggal landas sekitar pukul 14.00 dari Bandara Halim dan hilang kontak sejak pukul 14.33, Rabu (9/5/2012).

Pesawat membawa 45 penumpang (sebelumnya diberitakan 50 orang), dan delapan di antaranya adalah kru Sukhoi dari Rusia. Pesawat tersebut datang ke Jakarta untuk road show atau promosi kepada maskapai penerbangan di Indonesia.

Updating Sukhoi Jatuh di sini

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas