Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Masalah Cinta, Mahasiswa Bunuh Diri

Diduga masalah percintaan, Miko Mitrayuda, seorang mahasiswa semester 6 Stikes Wira Husada,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Mona Kriesdinar

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Diduga masalah percintaan, Miko Mitrayuda, seorang mahasiswa semester 6 Stikes Wira Husada, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Ia pertama kali ditemukan kekasihnya, Tisa Kartika saat mengunjungi kos korban yang berada di Jalan Bali, Dusun Widoro Baru, Caturtunggal, Depok pada hari Rabu (23/5/2012) sekitar pukul sembilan pagi.

Menurut Tisa Kartika, pacar korban, Miko sempat mengantarkan bebarapa potong pakaian Tisa ke tempat kosnya. Tepatnya sekitar petang sebelum ditemukan tewas pada pagi keesokan harinya. Bahkan kedua pasangan ini sempat saling berkirim pesan singkat hingga pukul empat dini hari. Namun setelah itu berhenti. Tisa sempat mencoba menelepon namun tak ada yang menjawab. Tanpa ada kecurigaan, Tisa pun kemudian kuliah terlebih dahulu hingga pukul 9. Lantas, ia mengunjungi kamar kos korban dan belum merasakan ada yang curiga.

Saat tiba di tempat korban, Tisa mendapati pintu kamar kos yang berada di lantai dua rumah kos itu berada dalam posisi tak terkunci. Ia pun lantas mencoba mencari kekasihnya itu langsung menuju kamar mandi yang terletak di dalam bagian belakang kamar kos. Tanpa ia sadari, ternyata ia melewati jasad korban yang berada di samping pintu masuk tepatnya di kusen jendela kamar kos.

Ia baru mendapati jasad mahasiswa asal Kalimantan Tengah itu setelah ia memeriksa bagian kamar mandi. Begitu berbalik, ia pun melihat sesesok jasad yang tergantung menggunakan kain sarung dengan posisi tubuh menghadap ke depan dan lidah terjulur. Tisa kemudian berteriak bercampur antara kaget dan takut.

“Saya mendengar teriakan cewek, kemudian langsung menuju kamar korban dan mendapati teman saya itu sudah tergantung dengan ketinggian sekitar 10 sentimeter diatas lantai,” jelas Radit, tetangga kamar kos korban.

Mereka kemudian melaporkan termuan itu kepada polisi, yang kemudian disusul dengan kedatangan aparat kepolisian Depok Timur beserta Biddokes Polda DIY untuk melakukan identifikasi terhadap tubuh korban.

Rekomendasi Untuk Anda

Kapolsek Depok Timur Kompol Qori Okto Handoko, menjelaskan, berdasarkan ciri – ciri yang ada di tubuh pelaku. Kemungkinan besar korban meninggal akibat gantung diri. Diperkuat dengan adanya bukti – bukti indikasi bunuh diri. Namun, kepolisian juga menemukan satu botol cairan racun serangga yang diduga kuat diminum korban sebelum melakukan aksi nekatnya itu.

“Berdasarkan keterangan saksi, pemicunya adalah masalah percintaan. Diketahui pula bahwa korban sempat cek cok dengan pacarnya,” ungkapnya.

Terkait kejadian itu, Psikiater dr Ida Rochmawati, menyebutkan bahwa ada kecenderungan seseorang berbuat nekat lantaran permasalahan cinta yang sering membuatnya menjadi sulit berfikir rasional. Oleh karena itu, disitulah pentingnya orang ketiga, baik itu teman maupun orang tua, sehingga anak tetap berada di jalur yang benar. "Makanya tidak heran jika ada ungkapan love is blind," katanya.

Baca juga:

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas