Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Uang Jutaan Rupiah Berceceran

Perampok menghamburkan uang jutaan rupiah di jalanan Ujungberung saat dikejar warga, Kamis (31/5) pagi.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM-BANDUNG--Perampok menghamburkan uang jutaan rupiah di jalanan Ujungberung saat dikejar warga, Kamis (31/5) pagi. Namun aksi itu tak membuat warga dan aparat polisi berhenti mengejar. Mereka berhasil menangkap seorang pelaku, sementara seorang lagi melarikan diri.

Pelaku yang ditangkap, belakangan diketahui beranama Adi Sumono (30), ternyata teman korban perampokan, M Nor Khamim (38). Saat diinterogasi polisi, Khamim mengaku perampokan itu adalah rekayasa alias pura-pura. Ia berniat menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja dengan membuat skenario perampokan.

Kemarin pagi, Khamim mengambil uang perusahaan sebesar Rp 103 juta di BCA Ujungberung. Ia bersekongkol dengan Adi dan seorang rekannya yang berperan sebagai perampok.

Menurut Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Wijonarko, dua orang menggunakan satu unit sepeda motor berperan sebagai perampok. Keduanya menampilkan adegan perampasan tas kresek hitam berisi uang Rp 103 juta yang dibawa Khamim di depan toko kue Holland Bakery No 143, Kelurahan Cigending, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung.

"Satu pelaku turun dan merampas tas berisi uang. Pelaku lainnya menunggu di motor. Setelah berhasil merampas tas, pelaku lari ke temannya itu. Kemudian kabur menggunakan sepeda motor," jelas Wijonarko, semalam.

Sejumlah warga yang melihat perampasan uang itu, langsung mengejar pelaku. Lantaran panik, pelaku mengalihkan perhatian dengan menghamburkan sejumlah uang di dalam tas kresek. Pelaku berhasil ditangkap setelah terjatuh dari motornya.

"Satu pelaku berhasil ditangkap anggota polisi yang sedang melintas. Seorangnya lagi berhasil kabur," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Duit disita dari tangan pelaku tertangkap tersisa Rp 1.630.000. Adegan bak sinetron itu tercium polisi setelah Khamim diinterograsi. "Hasil pemeriksaan terhadap Khamim, ternyata kejadian itu merupakan rekayasa. Khamim berpura-pura jadi korban dan bersekongkol dengan para pelaku," terang Wijonarko.

Khamim mengaku berniat menggelapkan duit perusaahan tempatnya bekerja di PT Multi Rezeki Tama, Jalan Desa Cipadung. Khamim dan Adi pun mesti berurusan dengan polisi. Sedangkan satu pelaku lainnya terus diburu polisi.

Baca juga:


Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas