Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Hutan di Sumut Kritis

Sekretaris Jenderal Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU) Jimmy Panjaitan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
Memuat video…

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arifin Al Alamudi

TRIBUNNEWS.COM,  MEDAN - Sekretaris Jenderal Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU) Jimmy Panjaitan mengatakan, keberadaan hutan di Sumut saat ini dalam keadaan kritis.
Kritisnya hutan di Sumut disebabkan pengalihfungsian hutan yang setiap tahunnya terus terjadi.

"Kalau saya lihat hutan di Sumut saat ini memang dalam keadan kritis. Bahkan sudah kritis total," ujar Jimmy Panjaitan, Kamis (7/6/2012).

Sehingga jangan sampai lagi ada pengalihan hutan. Disebutkannya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 44 Tahun 2005, tentang Penunjukan Kawasan Hutan di wilayah Provinsi Sumut, bahwa luas lahan hutan di Sumut mencapai 3.742.120 Hektar. Namun hingga saat ini data yang didapatnya bahwa luas hutan di Sumut hanya mencapai satu jutaan hektar.

"Sebenarnya luas hutannya itu masih tetap. Masih sesuai dengan SK Menteri. Hanya saja masalahnnya dari 3,7 hektar luas hutan tersebut sudah beralihfungsi bukan menjadi hutan lagi," ujar Jimmy.

Dari 3,7 hektar luas hutan yang ada di Sumut sebagian diantarannya beralihfungsi menjadi lahan perkebunan, pertambangan hingga pada pemekaran daerah. Pengalifungsian lahan hutan yang banyak terjadi di Sumut disebutkannya terjadi di daerah Humbang Hasundutan, Mandailing Natal (Madina) dan daerah padang lawas.

"Di Humbang Hasundutan itu banyak pengalihan lahan hutan yang menjadi perkebunan sawit, kemudian di Madina banyak lahan hutan yang dikuasai oleh perusahaan tambang. Begitu juga pada daerah Padang Lawas," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca juga:

Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas