Banyuwangi Terkaya ke-11 Se-Indonesia
Jadi total indeksnya mencapai 3.875. hasil ini menjadi pemicu bagi Pemkab Banyuwangi untuk terus
TRIBUNNEWS.COM, BANYUWANGI- Dari daftar sebanyak 50 Kabupaten/Kota terkaya Indonesia tahun 2012 yang dirilis Warta
Ekonomi, kini Kabupaten Banyuwangi menduduki peringkat 11 se-Indonesia. Dengan kata lain nomor dua terkaya di Jawa Timur, setelah Surabaya yang menduduki peringkat ke-2, Rabu (27/6/2012).
Menegenai definisi Kabupaten dan Kota terkaya versi Warta Ekonomi tersebut dilihat dari daerah yang memiliki pendapatan daerah tinggi dengan didukung oleh daya tarik investasi. Selain itu, didukung dengan infrastruktur daerah yang lengkap, serta kualitas masyarakatnya.
Dalam peringkat itu dilakukan dengan basis data kompilasi dari Badan
Pusat Statistik (BPS) dan Kementrian Keuangan dari tahun 2008 – 2011.
Penentuan indikator daerah terkaya menentukan empat variabel yang dianggap penting. Yakni, daya tarik investasi daerah, pendukung infrastruktur, kualitas masyarakat dan adanya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) , APBD sebagai variabel utama dalam pemeringkatan karena kaya atau tidaknya suatu daerah dilihat dari dari nilai pendapatan
masyarakat dan APBD.
Seperti daya tarik investasi yang memiliki bobot 20 persen, Banyuwangi mencatatkan skor 3.750. Sedangkan, pada variabel pendukung infrastruktur yang berbobot 10 persen Banyuwangi mendapat skor 4.000.
Sementara itu, untuk variabel kualitas manusia, yang hanya berbobot 5 persen, Kabupaten Banyuwangi hanya memperoleh skor 2.500. Namun, variabel ekonomi daerah dengan bobot terbesar yakni 65 persen, Banyuwangi mendapatkan skor 4.000.
“Jadi total indeksnya mencapai 3.875. hasil ini menjadi pemicu bagi Pemkab Banyuwangi untuk terus berbuat banyak bagi perkembangan Banyuwangi ke depan,” Ungkap Kabag Humas dan Protokol, Ir Djuang Pribadi.
Menurutnya, pemeringkatan daerah sebagai terkaya itu secara langsung tataupun tidak langsung akan mampu memberikan manfaat yang signifikan bagi pelaku ekonomi.
Bagi Pemkab Banyuwangi, dalam pemeringkatan ini nantinya bisa menjadi modal untuk menarik investor dan meningkatkan sejumlah potensi. Begitupula, sejumlah Bank Pembangunan Daerah dapat memakai hasil riset ini untuk meningkatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).