Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mawar Dipaksa Bersetubuh di Kuburan Kapadala

Untungnya, Mawar yang juga berstatus pelajar tersebut, mampu mengibuli oknum pemuda mesum itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Pos Kupang, Servan Mammilianus

TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Jumat (6/7/2012) dini hari, sekitar pukul 01.00 Wita, nyaris menjadi malam yang kelam bagi Mawar (bukan nama sebenarnya), seorang gadis belia berusia 13 tahun.

Jauh-jauh datang dari Kefamenanu, Ibu Kota Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk mengunjungi keluarganya di Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, ia malah diajak "main" oleh Viktor Dubu Dari (29), di pekuburan umum Kapadala.

Untungnya, Mawar yang juga berstatus pelajar tersebut, mampu mengibuli oknum pemuda mesum itu. Akhirnya, Mawar pun lolos dari prilaku bejat Viktor. Kasus ini sudah ditangani aparat Polsek Oebobo. Dan Viktor pun dijebloskan ke sel untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Oebobo, Kota Kupang, AKP Iwan Iswahyudi, saat ditemui Pos Kupang (Tribun Network) di Polsek Oebobo di Labat, Sabtu (7/7/2012) siang menuturkan, Mawar berangkat dari Kefamenanu pada Jumat (6/7/2012) menggunakan bus malam. Bus itu tiba di Kupang dan mengantar Mawar ke Airnona sekitar pukul 01.00 dini hari atau Sabtu (7/7/2012).

Lantaran jalan menuju rumah keluarga Mawar itu sedang digunakan untuk acara pesta, maka bus yang ditumpangi Mawar pun tak bisa sampai di depan rumah keluarga yang dituju. Mawar pun turun di jalur utama di daerah Kapadala. Tak lama berselang, Viktor Dubu Dari (29), seorang pemuda yang berdomisili di sekitar tempat itu, datang dengan sepeda motor dan menawarkan bantuan untuk mengantar Mawar ke rumahnya.

Mawar pun mengiyakan dan keduanya langsung tancap gas. Tapi apa yang terjadi. Mawar bukannya diantar ke rumah keluarganya, malah dibawa ke lokasi pekuburan Kapadala. Saat di pekuburan itulah Mawar dipaksa untuk bersetubuh.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sampai di kuburan, Mawar dicekik dan HP nya dirampas. Setelah itu, pelaku minta "main". Korban sempat melakukan perlawanan tapi sia-sia. Ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, seperti luka cakar di dada dan di lengan kanan," ungkap Kapolsek Oebobo, AKP Iwan Iswahyudi.

Mendapat perlakuan tak senonoh, kata Kapolsek Iwan, Mawar tak hilang akal. Ia berpura-pura melayani permintaan pelaku asalkan lokasinya harus pindah. Mawar sengaja membuat alasan bahwa dirinya takut "main" di kuburan.

Kepada pelaku, Mawar minta agar "main" di sekitar Jembatan Mapoli. Pelaku pun setuju sehingga mengikuti saran Mawar. Saat itu pelaku langsung tancap gas agar cepat tiba di Jembatan Mapoli seperti yang disarankan.

Dalam perjalanan, Mawar sengaja menjatuhkan kaca matanya. Lalu memberitahu pelaku agar sepeda motor yang mereka kendarai dihentikan agar ia bisa mengambil kaca mata yang jatuh tersebut.

Pelaku pun menghentikan laju sepeda motornya. Selanjutnya Mawar turun perlahan, tetapi kemudian mengambil langkah seribu, lari dan kabur menuju rumah keluarganya.

"Sesampai di rumah keluarganya, Mawar memberitahukan anggota keluarga tentang kejadian itu. Sekitar pukul 05.30 tadi pagi anggota keluarganya lapor polisi. Mendapat laporan itu, tim buser dan anggota Samapta langsung menjemput pelaku di rumahnya sekitar jam 07.00 Wita," ungkap Kapolsek Iwan.

Saat polisi tiba di rumahnya, pelaku masih tidur. Tidak ada perlawanan sama sekali dan yang bersangkutan pun dibawa ke kantor polisi. Saat ini pelaku sudah diamankan bersama barang bukti berupa HP Nokia. "Tapi kami masih menunggu hasil visum korban," ujar Kapolsek Iwan.

Baca Juga:

Sumber: Pos Kupang
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas