Lingkar Nagreg Terancam Longsor
Lahan proyek nasional Jalan Lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, yang menghabiskan biaya ratusan juta rupiah, terancam longsor
Editor:
Anwar Sadat Guna
Meski begitu, Momo mengaku tak bisa bertindak lebih jauh untuk menyikapi galian liar tersebut. Sebab, pihaknya sudah melayangkan surat dua kali, tapi galian itu masih berlanjut. Bahkan, alat pengeruk yang berwarna kuning masih berada di lokasi galian tersebut.
Menurut dia, pihak Pemerintah Kabupaten Bandung juga bisa segera melakukan tindakan untuk menghentikan galian liar itu. "Kami hanya bisa mengirim surat. Mungkin kalau dari Pemkab bisa dengan mengirimkan anggota Satpol PP untuk menertibkan hal ini," katanya.
Warga Kampung Cibener pun mengeluhkan adanya galian liar itu. "Pasir saja sudah berbahaya, apalagi batu kalau terjadi longsor," ujar Ros (27) ketika ditanya Tribun.
Ia mengatakan, kegiatan tersebut sudah berlangsung cukup lama. "Sekitar dua mingguan. Pengerukannya malam hari. Kalau siang, pasti sepi," katanya. Menurut dia, hasil galian tersebut diduga untuk dibawa ke Gede Bage. "Katanya buat saeur," ujarnya tak yakin.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan (Sdape) Kabupaten Bandung, Kawaludin, mengatakan, untuk sementara pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dan membuat berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap penggalian tanah di Nagreg. Nantinya penggalian itu akan ditertibkan.
Baca tanpa iklan