Modus Masuknya Imigran Ilegal Melalui Bangka
Bangka Belitung salah satu daerah transit bagi imigran gelap pencari suaka menuju ke Jakarta,
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra
TRIBUNNEEWS.COM, BANGKA -- Bangka Belitung salah satu daerah transit bagi imigran gelap pencari suaka menuju ke Jakarta, Indonesia. Mereka terlebih dahulu ke negara lain, seperti Malaysia atau Singapura lalu ke Indonesia.
Dengan menggunakan speedboat dari negara Malaysia atau Singapuran, para imigran pun ke Indonesia melintasi Kepulauan Riau lalu ke Palembang. Saat berada di Palembang para imigran ini sudah dikoordinir oleh seseorang yang berinisial An.
An kemudian menghubungi jaringannya para sopir mobil rental yakni Doni, Hamid, Indris, Udin dan Zulfikar warga asal Palembang yang berdomisili di Sungailiat, Kabupaten Bangka. Para sopir ini diminta menjemput imigran gelap ini pada jam tertentu, biasanya pagi hari sekitar pukul 03.30 WIB di Pelabuhan Muntok. Lalu mengantarnya ke Bandara Depati Amir Pangkalpinang untuk menuju Jakarta.
Sesampainya di Bandara Depati Amir, ada seseorang berinisial Di. Ia bertugas mengurus tiket pesawat para imigran gelap bekerja sama dengan pihak maskapai penerbangan.
Setibanya di Bandara Depati Amir, barulah para sopir mobil rental ini mendapatkan upah mengantar imigran gelap ini. Mereka, Udin cs langsung mendapat bayaran uang tunai dari An.
Untuk 1 mobil dengan penumpang 6 orang imigran, para sopir mobil rental ini mendapat upah Rp 1,5 juta sekali antar.
Udin kepada bangkapos.com, Kamis (2/8/2012) mengakui ia yang mendapat tugas mengantar 'paket' imigran gelap tersebut dari Pelabuhan Muntok ke Bandara Depati Amir Pangkalpinang.
"Setahu saya, mereka itu naik speedboat dari palembang. Kami menjemputnya dari Pelabuhan Muntok dan dibawa ke bandara. Di bandara ini kami baru dibayar sama An. Untuk satu mobil kami dibayar Rp 1,5 juta. Kalau tiket mereka itu sudah disiapkan oleh Di. Dia kerja sama sama penjual tiket pesawat di bandara itu," jelas Udin saat berada di Pos TNI AL, Pangkalbalam.