Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Yuli Lahirkan Bayi Tanpa Tempurung Kepala

Tubuh mungil Adinda Auliya Putri tampak tergeletak lemas di baby box RS Abdul Manap,

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM -- Tubuh mungil Adinda Auliya Putri tampak tergeletak lemas di baby box RS Abdul Manap, ketika sejumlah wartawan mendatanginya, Selasa (7/8/2012) siang. Sesekali ia tampak tersentak di antara nafasnya yang lemah.

Sudah empat hari bayi perempuan itu lahir di dunia. Selama itu perjuangan hidupnya dimulai, dengan kondisi fisiknya yang sangat lemah. Adinda yang lahir 4 Agustus 2012 itu harus menerima kenyataan pahit terlahir tanpa otak dan tempurung kepala. Setiap detik yang berlalu seakan menjadi harapan bagi Adinda dan orang tuanya.

Mintaria, ayah Adinda, warga RT 22 perumahan Bougenvile, Kenali Besar, Kota Baru tampak hanya bisa pasrah ketika ditemui wartawan di luar ruangan Perinatologi, tempat Adinda dirawat. Ia tampak tabah, meski raut wajah sedihnya tidak bisa ia sembunyikan.

Ia sendiri belum mengetahui nasib anaknya tersebut, dan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Hal yang bisa dilakukannya adalah berdoa dan menunggu saran dr Fernando, dokter yang menangani Adinda untuk memberikan langkah yang terbaik bagi putrinya.

"Kalau saya harapannya tetap, cari solusi yang bagus. Kalau bisa operasi, jika itu bisa menyelamatkannya (Adinda)," ucapnya.

Diceritakan Mintaria, semasa dalam masa kehamilan awal, tidak ada tanda yang mengganjal pada janin yang berada dikandungan Yuli, istrinya. Ketika diperiksa dokter hasilnya menunjukkan bahwa keadaan ibu dan janin sehat tidak ada masalah.

Namun hal yang mengagetkan datang manakala dilakukan USG mendekati bulan kelahiran. Yuli maupun Mintaria tampak syok melihat hasil USG yang menunjukkan ada kejanggalan pada kepala anak keduanya itu yang hanya sebatas alis mata saja, tanpa ada batok kepala.

Rekomendasi Untuk Anda

"Akhirnya atas saran dokter, bayi itu harus segera diangkat agar tidak berdampak buruk bagi keduanya (ibu dan bayi). Akhirnya dioperasi cessar di sini (Abdul Manap) walau sebenarnya saat cessar masa kehamilannya sudah sembilan bulan lima belas hari," paparnya.

Hingga hari keempat kemarin, pihak keluarga masih melarang Yuli, ibu Adinda untuk menemui putrinya. Menurut Mintaria, hal itu untuk menjaga kondisi mental istrinya. Karena jika istrinya melihat Adinda saat ini, bukan tidak mungkin istrinya yang sedang dalam masa pemulihan tersebut akan drop.

Ia sadar, kondisi kesehatan Adinda maupun kondisi keuangannya sebagai tukang ojek sama-sama berada pada posisi yang sulit. Namun harapan besar untuk melihat putrinya sehat menjadi impiannya saat ini. Untuk itu, dengan kerendahan hati dan ucapan terima kasih yang tak terhingga ia sampaikan kepada semua pihak yang berkenan membantu membantu Adinda.

"Harapan kami ada yang mau membantu utuk keselamatan dia (Adinda). Kami sangat berharap sekali dia selamat," harapnya.

Direktur RS Abdul Manap, Ida Yuliani, ketika dimintai tanggapannya terhadap keberadaan bayi tersebut mengaku siap memberikan pelayanan terbaik, meski penanganannya tidak dibedakan.

"Penanganannya sama saja. Namun jika memang harus ditangani secara khusus, maka akan ditangani secara khusus," katanya. (Tribun Jambi/wahid nurdin)

Sumber: Tribun Jambi
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas