Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bau Asap di Kalteng Masih Menyengat

Meski kabut tak lagi tebal menyelimuti Kota Palangkaraya, kondisi cuaca masih belum bisa dikatakan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Kalteng, Mustain Khaitami

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Meski kabut tak lagi tebal menyelimuti Kota Palangkaraya, kondisi cuaca masih belum bisa dikatakan baik. Paling tidak, bau asap pembakaran yang begitu menyesakkan.

Inilah yang dirasakan banyak warga sejak Kamis (13/9/2012) pagi. "Udara pagi kok bau asap. Tidak menyegarkan, malah bikin nafas sesak," ujar Ahmad Hafi warga Panarung.

Dua hari sebelumnya, kabut asap tebal sempat menyelimuti Kota Cantik. Ketika itu jarak pandang sangat terbatas. Namun hari ini, langit yang kembali terlihat bersih justru tercemar oleh bau asap yang hampir dipastikan merupakan akibat dari terbakarnya lahan.

Selain menghalangi pandangan, bau asap yang menyengat juga mengganggu pernapasan. Kabut asap dari kebakaran lahan itu terlihat paling jelas pada pagi dan petang. Saat itu, bau yang tajam menyesakkan napas. Hawa pun terasa sangat panas seperti siang hari yang terik.

Di jalan di Desa Pilang yang menghubungkan Palangkaraya dengan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, asap pekat membumbung dan mengganggu pandangan. Beberapa pengemudi menyalakan lampu kendaraannya. Bau asap yang menyengat tercium sementara serpihan abu beterbangan sehingga napas menjadi sesak.

Di Palangkaraya, kabut asap yang kian tebal juga terjadi. Pandangan di kejauhan terlihat kabur karena asap. Seiring munculnya asap, bau lahan terbakar pun tercium. Pekan lalu, kondisi belum separah itu. Sebagian warga terlihat sudah mengenakan masker saat berada di jalan.  

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribun Kalteng
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas