Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perang Tanding, Dua Tertancap Panah

Dua warga Lewobunga tertancap panah di leher dan pinggang dilepaskan massa

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Pos Kupang, Gerardus Manyella

TRIBUNNEWS.COM, LARANTUKA--Situasi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim) mencekam. Dua warga desa bertetangga, Lewobunga dan Lewonara, saling berhadap-hadapan dalam 'perang' saudara merebut tanah sengketa, Selasa (2/10/2012) dini hari.

Dua warga Lewobunga tertancap panah di leher dan pinggang dilepaskan massa dari Desa Lewonara. Aparat keamanan belum berhasil mengidentifikasi kedua korban karena situasi masih memanas. Dua rumah di perbatasan Dusun Bele dan Desa Lewobunga, termasuk tiga lumbung pangan ludes dibakar, sementara lima unit rumah lainnya dirusak massa.

Kapolres Flotim, AKBP Wahyu Prihatmaka, dikonfirmasi pertelepon semalam, mengatakan, suasana tegang terjadi sejak Senin (1/10/2010) dapat dikendalikan aparat keamanan yang siaga sejak pagi. Dan, rencana 'perang' saudara yang meletus pada Senin itu berhasil dicegah. Namun situasi terus memanas dan pada Selasa (2/10/2012) dini hari, terjadi bentrokan fisik menyebabkan korban luka-luka dan kerugian material seperti lumbung padi dan rumah penduduk dibakar dan dirusaki. "Kondisi ini dapat dikendalikan polisi yang dibantu satu pleton anggota TNI dari Kodim 1624 Flores Timur dan dua pleton Brimob dari Maumere," ujar Wahyu.

Kasubag Humas Polres Flotim, Iptu I Nyoman Supartha, menjelaskan, pada pukul 03.00 Wita, Selasa (2/10/2012), anggota yang menjaga keamanan di wilayah Adonara Timur melaksanakan apel dan pukul 05.00 Wita tim gabungan Polres Flotim, TNI dari Kodim Flotim dan Brimob

Maumere bergerak menuju Desa Lewonara dan Lewobunga. Sekitar pukul 06.00 Wita, massa dari Desa Lewonara berjumlah sekitar 200 orang membawa parang, busur dan panah, dan senjata api rakitan mendatangi Desa Lewobunga. Mereka merusaki rumah warga Lewobunga dan membakar tiga buah lumbung padi.

Beberapa saat kemudian, demikian Nyoman, massa dari Lewonara dengan Lewobunga berhadap-hadapan dan saling menyerang menggunakan senjata tajam. Bentrokan itu menyebabkan dua orang warga Lewobunga terkena panah.

Rekomendasi Untuk Anda

Tim gabungan Polri, TNI dan Brimob berusaha meredam pertikaian itu. Massa dua desa yang bertikai itupun dan kembali ke desa masing-masing.

"Aparat keamanan telah mengambil langkah-langkah mengevakuasi ibu-ibu dan anak-anak dari lokasi sengketa, menghalau masyarakat kedua desa itu agar tidak anarkis," tutur Nyoman.

Selain itu, lanjut Nyoman, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkab Flores Timur yang dihadiri Wakil Bupati, Valens Sama Tukan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat di Kecamatan Adonara Timur. "Tim gabungan terus memantau setiap perkembangan di dua desa itu," ujarnya.

Bentrokan itu karena warga dua desa bertetangga itu saling mengklaim tanah yang saat ini dibangun pemukiman Riangbunga dan sekitarnya di Dusun Bele.

Bupati Flotim, Yoseph Lagadoni Herin, dihubungi usai membuka Musda MUI Selasa (2/10/2012), mengatakan, pemerintah telah berada di lapangan dan terus melakukan negosiasi untuk menghentikan perang antar desa tersebut.

"Pak wakil bupati sudah berada di Adonara bersama Pak Kapolres, Pak Dandim dan lainnya. Kita berharap ada negosiasi sehingga tidak terjadi korban lagi, baik harta benda maupun manusia.

Saat ini sudah tiga rumah dibakar dan tiga orang luka-luka," kata Yosni yang belum mengentahui identitas pemilik rumah dan tiga korban yang luka-luka itu.

Polda NTT telah menurunkan dua pleton Brimob untuk menstabilkan keamanan di dua desa bertikai di Kecamatan Adonara Timur.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas