Aming Relakan Rp 80 Juta Demi Love Bird Asal Belanda
Benaknya dipenuhi bayang-bayang Raja Isep, seekor Love Bird asal Belanda.
Editor:
Budi Prasetyo
Aming pun merektrut puluhan pekerja yang terampil membuat kandang burung di Solo, Jawa Tengah, untuk mendukung usaha pembuatan kandang burung yang sedang ia rintis.
"Kini saya buat usaha pembuatan kandang. Pekerja saya di Solo ada 35 orang. Aming 88 (toko mainan) itu punya saya," katanya.
Love Bird memang sedang menjadi idola di kalangan penggemar burung kontes. Agung, seorang pemilik kios penjual burung di daerah Pujako Pangkalpinang menyebut peminat Love Bird di Bangka cukup banyak, hanya saja biaya mendatangkan burung ini ke Indonesia terbilang mahal.
"Di Bangka, harganya sangat tinggi, peminatnya kuat. Biaya impornya mahal," kata Agung.
Agung mengaku belum mampu mendatangkan Love Bird langsung ke Bangka. Padahal burung itu sangat dicari, apalagi yang didatangkan langsung dari luar negeri, bukan peranakan.
"Memang bermacam-macam, ada yang maniak bahkan berapapun harganya dibeli," kata Agus.
Love Bird sendiri bermacam-macam jenis. "Ada yang dari Holand, dari Afrika dari Thailand. Untuk yang Lutino harganya minimal Rp 8 juta," kata Agung.
Agung bisa dikatakan sebagai contoh pengusaha yang mampu mengandalkan penghasilan cukup lumayan dari usahanya jual beli burung. Dari ketekunannya ini, Agung bahkan bisa membangun rumah. "Saya buat rumah uang dari jual beli burung," kata Agung. (k2)
Baca Juga :
- Meriahnya Senam Ala Suzuki 10 menit lalu
- Guru dan Murid Berebut Abadikan Nazaruddin 15 menit lalu
- Warga Joging Sempatkan Lihat Kantor DPU yang Terbakar 24 me
Baca tanpa iklan