Tgk Aiyub dan Seorang Pengikutnya Dibakar Hidup-hidup.
Tiga orang tewas, termasuk Tgk Aiyub dan seorang pengikutnya yang dibakar hidup-hidup.
Editor:
Budi Prasetyo
Menurut informasi, dalam keadaan emosi, massa membakar hidup-hidup Tgk Aiyub dan seorang rekannya bernama Muntasir. Sedangkan seorang lainnya bernama Bahany dalam keadaan sekarat berhasil diselamatkan oleh aparat keamanan.
Pengamatan Serambi sekitar pukul 09.00 WIB, Sabtu (17/11), sisa-sisa insiden tampak kentara sekali di kompleks rumah dan balai pengajian Tgk Aiyub. Sebuah mobil Kijang Innova terlihat hangus dan tinggal kerangka teronggok di depan rumah. Rumah permanen yang selama ini dihuni Tgk Aiyub dan keluarganya mengalami kerusakan berat. Begitu juga balai pengajian di depan rumah, rata dengan tanah. Juga terlihat tiga unit sepeda motor tinggal kerangka akibat aksi pembakaran.
Ratusan santri sempat singgah ke rumah Tgk Aiyub. Di antara berbagai kegalauan suasana, warga juga sempat mengamati daun telinga yang disebut-sebut milik Tgk Aiyub dalam sebuah wadah berupa belanga alumunium yang ditempatkan di depan rumah korban. Namun tak ada konfirmasi mengenai kebenaran benda itu apakah benar daun telinga atau bukan karena beragam isu berseliweran hampir sepanjang hari kemarin.(yus)
Sulit Dikendalikan
Saya bersama anggota sudah berada di lokasi sejak pukul 23.00 WIB untuk mengendalikan situasi namun tidak bisa berbuat banyak karena massa terlihat sangat emosi, terlebih lagi setelah mengetahui ada serangan terhadap massa yang datang pada gelombang pertama, dibacok dan dan ada yang tewas.
Sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, puluhan personel Polres Bireuen dan aparat Kodim 0111/Bireuen dikerahkan lagi ke lokasi, namun usaha untuk meredam emosi sulit sekali karena jumlah massa terus bertambah bahkan diperkirakan mencapai 1.500 orang.
Untuk menangani kerusuhan tersebut, Pemkab Bireuen juga mengerahkan empat unit armada pemadam untuk memadamkan api di rumah Tgk Aiyub. Tetapi armada pemadam sulit tembus ke sana karena banyaknya warga selain jalan sempit.
Munculnya aksi massa diduga karena Tgk Aiyub Syahkubat melanggar kesepakatan dengan warga, di antaranya tidak boleh mengadakan pengajian tertutup. Meski demikian polisi terus mengumpulkan berbagai informasi dan melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan Pemkab Bireuen. Polisi juga sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti antara lain sebilah parang panjang dan sebilah pedang panjang.
Baca Juga :
- Gerak Jalan Ilham Dikaji Panwaslu Bone 17 menit lalu
- Ilham:Satu dan Dua yang Terbaik 23 menit lalu
- Rayakan 1 Suro Siswa SD Tulis Aksara Jawa 29 menit lal
Baca tanpa iklan