9 Rumah Ambruk Disapu Angin
Saya sempat tergencet kayu reruntuhan rumah. Tapi untungnya, saya bersama anak dan istri masih bersahasil
TRIBUNNEWS.COM,TUBAN – Angin kencang mengamuk di Bojonegoro. Terhitung ada sembilan rumah ambruk dan ratusan rumah warga di sejumlah wilayah Bojonegoro mengalami kerusakan di bagian atapnya saat angin kencang datang bersamaan turun hujan, Selasa (20/11/2012) malam.
Angin kencang kali ini menerjang wilayah Kecamatan Sukosewu, Kapas dan Kecamatan Balen. Di Sukosewu, empat rumah warga di Desa/Kecamatan Sukosewu ambruk, yakni rumah milik Lasimin (62), Yadi (50), Sukirno (39) dan Sugiat (59). Sedangkan di Desa Sidorejo, Kecamatan Sukosewu, dua rumah ambruk diketahui milik Kumijah (65), dan Badri (34).
Pada waktu yang hampir bersamaan, dua rumah di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kapas juga rata dengan tanah. Yakni rumah milik Gari (50), dan Rasimah (70). Serta sebuah rumah milik Darno (60) di Desa Kedaton, Keamatan Kapas juga ambruk saat angin puting beliung berputar-putar di sana. Sementara di Kecamatan Balen, ada puluhan rumah rusak akibat bencana ini.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah karena bangunan rata dengan tanah dan seluruh perabot yang ada di dalamnya hancur karena tertimpa reruntuhan rumah. Belum lagi, ratusan rumah yang mengalami kerusakan akibat peristiwa itu.
“Hujan lebat mulai turun sekitar pukul 16.00 WIB sore. Kemudian disusul dengan angin yang berputar-putar kencang sekali,” kata Ali, warga Desa/Kecamatan Sukosewu.
Saat angin datang, sejumlah rumah nampak beterbangan bagian atapnya. Dan beberapa saat kemudian, beberapa rumah ambruk. Untungnya, para penghuni rumah sempat menyelamatkan diri dengan berlarian keluar dari tempat tinggalnya.
“Saya sempat tergencet kayu reruntuhan rumah. Tapi untungnya, saya bersama anak dan istri masih bersahasil menyelamatkan diri keluar rumah saat angin kencang menghancurkan rumah kami,” ujar Sukirno usai kejadian.
Selian rumahnya roboh, Sukirno juga harus merelakan semua perabot rumahnya ikut hancur. Mulai dari sepeda motor, TV, DVD, almari dan berbagai perabot lainnya ikut hancur tertimpa reruntuhan rumah. Demikian halnya yang dialami para korban lain.
Hingga Rabu (21/11/2012) warga yang rumahnya hancur masih berusaha mengais barang berharganya diantara reruntuhan rumah. Selain itu, sejumlah warga juga nampak bergotong royong untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat bencana ini.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Bojonegoro Kasiyanto menyampaikan, bagi semua korban bencana ini akan diberikan bantuan dana dari pemerintah. Untuk warga yang rumahnya roboh dan rusak berat bakal menerima bantuan Rp 5 juta per rumah. Sedangkan yang rusak ringan akan disesuaikan dengan kerugiannya.
“Kita masih terus melakukan pendataan kepada para korban. Semuanya akan diberi bantuan sesuai tingkat kerusakannya,” jawab Kasiyanto.
Baca tanpa iklan