Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bayi Kembar Tewas di Ember, Ini Keterangan Ibunya

Keterangan ibu bayi kembar berusia enam bulan yang tewas di dalam ember ini mencurigakan

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dahlan Dahi

Laporan wartawan Tribun Manado, David Manewus

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Novi Wurangian (43) --itulah nama ibu bayi kembar tiga dari Manado, Sulawesi Utara.

Dua dari tiga bayi kembar berusia enam bulan itu, Raldi dan Ralfa, ditemukan tewas mengenaskan di dalam ember cucian.

Peristiwa yang menggemparkan Manado itu terjadi Sabtu (8/12/2012) siang di Winangun Satu Lingkungan 3 Kecamatan Malalayang.

Cerita bermula ketika hari Sabtu itu, Novi hendak membeli susu untuk ketiga bayinya. Saat berada di toko, Novi menerima telepon yang mengabarkan bayinya sudah tewas.

Tiba di rumah, warga sudah ramai berkerumun. Polisi meminta keterangan Novi dan sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kematian tragis dua bayi kembar tersebut.

Polisi melakukan pemeriksaan berdasarkan laporan Herry Tumelap, pria berusia 61 tahun pasangan kumpul kebo Novi.

Rekomendasi Untuk Anda

Tribun Manado (TRIBUNnews.com Network) memaparkan cerita versi Novi, ibu sang bayi.

Novi mengaku saat itu meninggalkan ketiga anaknya kembarnya Ralfi, Ralfa dan Raldo  di rumah karena ingin membeli susu untuk mereka.

Anaknya yang  lain, Miracle Wurangian (12) dan Timothy Wurangian (10), sementara bermain dengan Lhym (4) di halaman rumah Leny Sinaulan (58).

Rumah itu tepat berada di depan rumah Novi Wurangian. "Saya mau membeli susu di Fresh Mart Bahu. Tapi karena tidak ada yang saya cari, saya mencarinya di Multi Mart pusat kota. Saat ditinggalkan Ralfa di bagian kiri, kemudian Raldo di tengah dan Raldi di sebelah kanan," kata Novi.

Novi sempat berpesan akan membelikan makanan juga bagi Miracle dan Timothy. Novi mengetahui kematian kedua putranya dari David Wurangian, saudaranya di Gorontalo (saat di depan penyidik awalnya  ia menyebutnya di Luwuk).

Ia pun segera bergegas ke rumah dan menemukan rumahnya sudah ramai dipenuhi banyak orang. Ia kemudian menemukan Ralfa dan Raldo sudah menjadi jenazah

Miracle Wurangian memberi keterangan tambahan.   Saat ibunya pergi, ia dititipkan kunci rumah. Ia dan teman-temannya yang sementara bermain Neka mendengar salah satu adik mereka menangis. Mereka  kemudian hanya menemukan Raldi yang ada di kasur.

"Kami mencari mereka berdua. Saya kemudian seperti melihat ada bayangan di toilet. Saya memanggil bantuan om Alo (Weni Rintjab) untuk membuka pintu toilet, "kata Miracle.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas