Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Terduga Teroris Ditangkap di Solo Saat Jualan Kebab

terduga teroris berpesan agar Martono menjualkan gerobak jualan kebab miliknya seharga sekitar Rp 3,5 juta.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Budi Prasetyo

Ihsan Sempat Suruh Martono Jualkan Gerobaknya

TRIBUNNEWS.COM SOLO  - Telepon genggam Martono, Ketua RT 04 RW 15 Waringin Rejo, Grogol, Sukoharjo berbunyi sekitar pukul 23.30 WIB, Senin (10/12/2012) malam. Namun, nomor telepon yang muncul di layar ponselnya tidak dikenal. "Saya angkat, ternyata telepon dari Ihsan. Lalu saya diminta ke luar," kata Martono kepada wartawan di kediamannya, Selasa (11/12/2012) pagi.

Saat dirinya ke luar rumah, sebuah mobil Terios warna silver berhenti tepat di depan rumahnya. Saat pintu mobil dibuka, Martono kaget, tubuhnya gemetar saat melihat Ihsan digelandang seorang anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror keluar dari mobil. "Saya ingin tanya banyak hal ke Ihsan, tapi saya nggak bisa ngomong banyak. Dia gemetaran, saya juga gemetaran," katanya. Saat digelandang ke luar mobil, Ihsan tidak diborgol.

Kepada Martono, Ihsan si terduga teroris berpesan agar Martono menjualkan gerobak jualan kebab miliknya seharga sekitar Rp 3,5 juta. Ihsan juga meminta maaf kepada Martono dan mengatakan bahwa dirinya bersalah. "Dia minta maaf dan mengaku bersalah. Dia juga berpesan, kalau ada teman yang mencarinya, saya disuruh bilang ke teman-temannya kalau Ihsan ditangkap polisi," ujarnya.

Ihsan ditangkap Densus 88 karena diduga terlibat aksi teror bom di Polsek Pasar Kliwon Solo beberapa waktu lalu. Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Jogja di lapangan, Ihsan ditangkap Tim Densus 88 pada Senin (10/12/2012) malam sekitar pukul 11.00 WIB. Terduga teroris tersebut ditangkap di perempatan Pabrik Konimex, Cemani, Grogol, Sukoharjo saat dirinya berjualan kebab.

Usai ditangkap di tempat ia berjualan, Ihsan meminta kepada petugas Densus 88 untuk mengantarkan dirinya bertemu Martono. Bagi Ihsan, Martono sudah dianggap layaknya orang tua dan dianggap sebagai orang yang dipercayainya. "Mungkin dia percayanya sama saya, memang saya kenal dekat dengan dia," kata Martono.

Selain mengangkap Ihsan, Tim Densus 88 Antiteror juga mencokok rekan Ihsan bernama Toni. Namun, warga sekitar tidak mengetahui secara pasti di mana Toni ditangkap. Dalam kesehariannya kedua terduga teroris itu tinggal di sebuah ruangan di Masjid Baitul Amin di Waringin Rejo RT 02 RW 21, Grogol Sukoharjo. Selain Toni dan Ihsan, masjid tersebut juga ditinggali oleh Nur, yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya maupun keterkaitannya dengan aksi terorisme.

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan keterangan warga, ketiganya merupakan Takmir Masjid Baitul Amin yang bertugas menjaga dan membersihkan masjid tersebut. Ketiganya sudah lima tahun belakangan ini tinggal di masjid uang berada di tengah-tengah perkampungan itu. "Kalau Nur dan Toni orangnya memang tertutup. Tapi kalau Ihsan dia mau bergaul dengan warga sekitar," kata seorang warga setempat, Sapto. (ade)

Baca Juga  :

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas