Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelabuhan Takalar Segera Ditenderkan

Proyek pemindahan Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar ke Takalar ditenderkan awal 2013. Yang dipindahkan khusus untuk penumpang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Budi Prasetyo

"Sedangkan untuk kapasitasnya satu juta pengunjung dan bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan," katanya.

Keresahan Pedagang

Rencana pemindahan terminal pelabuhan penumpang dari Makassar ke wilayah Perairan Takalar mengundang keresahan pedagang yang sehari-hari mangkal di Pelabuhan Soekarno-Hatta.
Sejumlah pedagang mengaku, aktivitas di pelabuhan penumpang itu adalah satu-satunya sumber mata pencaharian mereka.

Bukan hanya pedagang yang merasakan dampak tersebut tetapi para. penguna jasa pengangkut penumpang seperti Daeng Becak pun akan kehilangan pencaharian.

Selain itu, dampak juga dirasakan bagi penumpang, sebab jarak tempuh yang sebelumnya dekat bisa menjadi jauh karena lokasih pelabuhan di Takalar.

"Kami tidak setuju dengan adanya perpindahan ini, sebab dagangan kami tidak akan laku karena jumlah pengunjung di sini akan sepih," ujar Ade irwan, salah seorang PKL di pelabuhan.
Ade mengaku memilih pulang kampung jika perpindahan pelabuhan itu benar-benar terjadi .

"Mungkin mencari lokasi baru, di kampung. Apalagi kalau tidak ada lokasi baru yang disediakan pemerintah yang lebih strategis," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Ade, wacana pemindahan pelabuhan itu menjadi perbincangan hangat di kalangan PKL, kemarin. Mereka berharap pemerintah tidak meninggalkan mereka seiring "kepergian" terminal penumpang itu.

Pasar Butung

Aktivitas "perdagangan" di kawasan Jl Nusantara, Makassar, juga diperkirakan akan surut dengan perpindahan terminal penumpang itu.

Bahkan, "kejayaan" Pasar Butung kemungkinan akan ikut terpengaruh. Selama ini, penumpang kapal menjadi salah satu sumber pemborong barang dagangan paling empuk di pasar lokal ini.
Yuniar, salah satu pedagang Pakaian di Pasar Butung, mengatakan, pembeli pakaian kebanyakan dari penumpang kapal dari luar daerah. "Penumpang kapal selalu membeli dalam jumlah besar. Kalau pelabuhan ini pindah, tentu bisa menurunkan omzet kami," kata Yuniar.

Pemerihati Pasar Lokal, Zainal Siko, berharap pemerintah menyiapkan alternatif untuk menghindari terjadinya pemiskinan baru akibat kebijakan tersebut.

"Tolong, jangan tinggalkan pedagang lokal. Jangan biarkan mereka menghadapi perjuangan berat tanpa uluran tangan pemerintah. Mereka sudah terlalu sering dikorbankan," ujar Zainal.(cr6/edi/ana)

Baca   Juga  :

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas