60 Legislator Sulsel Habiskan Uang Negera Rp 840 Juta
Eropa tanpa mengantongi izin dari unsur pimpinan dewan
Editor:
Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM,MAKASSAR--Delapan anggota DPRD Sulsel dikabarkan plesiran ke luar negeri. Tepatnya ke Eropa tanpa mengantongi izin dari unsur pimpinan dewan.
Kini, giliran 60 legislator Sulsel dari 9 fraksi partai politik yang tergabung di lima 5 Komisi di DPRD Sulsel rupanya tak ingin kalah prilaku 11 rekannya yang bertolak ke Eropa dan ke Timur Tengah.
Pasalnya, 60 legislator Sulsel yang kini tersisa di gedung perwakilan tersebut, dipastikan telah bertolak ke Jakarta secara bergelombang. Tujuannya, adalah hanya untuk mengikuti kuliah singkat mengenai peningkatan kapasitas anggota Dewan atau sumber daya manusia (SDM).
Bahkan yang mengejutkan, anggaran yang harus dihabiskan selama tiga hari berada di Jakarta untuk kuliah singkat di UIN Syarif Hidayatullah mencapai Rp 840 juta. Dana itu sudah mencakup, biaya perjalanan dan akomodasi serta yang lainnya.
Selain 60 legislator ini, mereka juga ikut memboyong sejumlah staf mereka. Bahkan tak main-main, mereka pun diberikan anggaran untuk uang saku senilai Rp 10 juta perorangannya.
Diketahui jumlah staf DPRD baik dari staf komisi maupun persidangan yang bertolak ke Jakarta bersama dengan 60 legislator lainnya berjumlah 10 orang. Sehingga jika ditotal secara keseluruhan besaran dana yang harus di kucurkan kepada mereka senilai Rp 100 juta.
Sekertaris Dewan DPRD Sulsel, Abdul Kadir Marsali, yang di konfirmasi, Kamis (21/2) membenarkan pemberangkatan puluhan wakil rakyat dan belasan staf komisi dan staf persidangan tersebut.
Kadir Marsali, menerangkan, bahwa kegiatan 60 anggota dewan tersebut merupakan kegiatan tahunan DPRD Sulsel. Bahkan telah diatur olah undang-undang.
"Biaya kegiatan peningkatan SDM anggota dewan adalah Rp 14 Juta per orang. Semua anggota berangkat kecuali pimpinan dan mereka yang sedang liburan di Eropa maupun yang tengah menjalani ibadah umroh," terang Kadir kepada wartawan. Kamis, (21/2).
Dari keterangan Kadir, ada 60 legislator dari total 75 Anggota DPRD Sulsel yang bertolak sore kemarin, ke Universitas Islam Negara (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Wakil Ketua DPRD Sulsel Akmal Pasluddin yang dikonfirmasi terpisah, juga ikut membenarkan akan keberangkatan para wakil rakyat tersebut ke Jakarta dengan secara bergelombang.
"Kegiatan ini memang menjadi program nasional yang dilakukan dua kali dalam setahun. Dan hal itu wajib diikuti," kata Akmal Pasluddin kepada Tribun mengaku pemberangkatan mereka telah disetujui oleh unsur pimpinan.
Dia mengaku anggaran yang digunakan untuk mengikuti pelatihan peningkatan sumber daya manusia, seperti persoalan kedewanan, anggaran dan pengawas itu sudah disiapkan.
"Namun mengenai berapa besaran nilainya setiap orang itu menjadi tanggungjawab Sekwan," kata Ketua DPW PKS Sulsel ini.
Menanggapi hal tersebut, ketua FIK Ornop Sulsel, Asram Jaya, mempertanyatakan tujuan 60 anggota dewan ke UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, dengan dalih peningkatan SDM.
Menurutnya, kualitas UIN Syarif Hidayatullah di Jakarta dan universitas negeri dan swasta di Sulsel, khususnya di Makassar tak kalah. Sehingga sangat tidak layak anggota dewan tersebut ke Jakarta hanya untuk meningkatkan SDM mereka.
"Kalau mau meningkatkan SDM dan kualitas mereka sebagai anggota dewan. Tiga Universitas negeri di Makassar, yakni Unhas, UNM dan UIN Alauddin juga memiliki kualitas dan SDM dosen yang tak kalah hebatnya dengan UIN Syarif Hidayatullah. Sehingga tak harus ke Jakarta," paparnya.
Kata dia, dalih 60 anggota dewan untuk meningkatkan SDM hanya bualan. Inti perjalan ke Jakarta hanya untuk hiburan dan menghabur-hamburkan uang rakyat. Dan tak ada jaminan kualitas mereka akan menjadi lebih baik.
"Perjalanan mereka secara bergerombol ke Jakarta, telah menunjukkan bahwa kualitas SDM anggota dewan sangat rendah. Jika memang mereka tidak paham soal sistem pengawasan, pengelolaan anggaran dan fungsi keanggotaan dewan nanti kami dari FIK Ornop dan LSM lain yang mengajarinya," ujarnya.
Asram menegaskan, anggota dewan Sulsel saat ini seakan mencari sensasi. Masalah yang satu belum selesai mereka kembali membuat ulah. Bahkan anggota dewan saat ini seakan tak lagi punya malu. Masyarakat Sulsel ditempah dengan berbagai macam musibah dan masalah. Mereka malah asyik liburan dengan menggunakan uang rakyat.
"Jumlah anggota dewan di Sulsel ini cukup banyak, yakni 75 orang. 60 berlibur ke Jakarta, 8 orang ke Eropa, dan tiga berdalih umroh. Dapt dipastikan kantor perwakilan rakyat tersebut pasti kosong. Semua aspirasi rakyat tak akan lagi tersalurkan. Hal ini menjadi penhianatan anggota dewan kepada rakyat," ujarnya.
Baca tanpa iklan